Minggu, 01 Desember 2013

Wonder

"Namaku August. 
Aku tidak akan menggambarkan seperti apa tampangku.
 Apa pun yang kaubayangkan, mungkin keadaannya lebih buruk."

Judul: Wonder
Pengarang: R. J. Palacio
Penerbit: Atria
Tahun Terbit: 2012
Dinarasikan dari sudut pandang:
August/Via/Summer/Jack/Justin/Miranda

"Mata August sekitar satu inci lebih rendah dari yang seharusnya, nyaris mencapai pipinya...Hidungnya terlalu besar untuk wajahnya, dan agak lembek...August tidak memiliki tulang pipi. Ada kerutan yang memanjang dari kedua sisi hidung ke mulutnya, sehingga membuatnya terlihat seperti lilin... Gigi atas August benar-benar menutupi gigi bawahnya, dan August memiliki tulang rahang yang sangat kecil. Dagunya sangat kecil. Saat masih sangat kecil, sebelum sebelum sepotong tulang pinggulnya ditanam ke dalam rahang bawahnya, August sama sekali tidak punya dagu. Lidah August menggantung begitu saja dari dalam mulutnya, karena di bawahnya tak ada apapun yang menahannya. Syukurlah, sekarang sudah lebih baik...."

Ini tentang seorang anak dengan sindrom Mandibulofacial Dysostosis (kau dapat menebak yang mana jika memperhatikan tagline di atas), sebagai pusat tata surya; dengan planet-planet lain yang mengelilinginya.

"Seandainya aku menemukan sebuah lampu ajaib dan mendapatkan sebuah permohonan, aku akan memohon agar aku memiliki wajah normal yang tidak akan pernah diperhatikan siapapun. Aku akan memohon agar aku bisa berjalan di tempat umum tanpa ada yang melihatku lalu memalingkan wajahnya..."

August Pullman atau kau bisa memanggilnya Auggie, bahagia dengan hidupnya dikelilingi oleh Mom, Dad, dan kakaknya Via. Namun saat ia memasuki kelas lima, Mom memutuskan untuk mengirimnya ke Beecher Prep alih-alih melanjutkan home schoolingnya. Melihat--dan dilihat--orang-orang yang sebelumnya tak dikenal membuat Auggie gugup.


"Bahkan dengan wajah normal pun, menjadi anak baru adalah sesuatu yang sulit. Bayangkan kalau kau memiliki wajah seperti August?" Summer, 165.


Beberapa waktu sebelum hari pertamanya dimulai, Auggie diperkenalkan pada Julian, Jack Will, dan Charlotte sebagai sobat penyambut. Dipandu mereka, August diajak berkeliling calon sekolahnya, Beecher Prep. Namun saat sekolah dimulai, yang benar-benar bersikap bersahabat adalah Jack. Charlotte menjaga jarak dan Julian...he's a bully :(. Ia menjadikan Auggie bahan olokan satu kelas.

dan juga objek permainan wabah. Siapapun yang menyentuh August hanya waktu tiga puluh detik untuk membersihkan tangan mereka atau mereka akan terkena wabah.

*tabok Julian*

Auggie anak yang cerdas, ia dapat mengikuti materi dengan baik. Namun sekolah tak hanya tentang pelajaran. Gelombang semangat August naik dan turun saat menjalani hari-harinya di sekolah. Meski ada teman-teman yang asik seperti Jack dan Summer, tak bisa membuatnya kebal hal-hal buruk yang terjadi padanya di sekolah. Beberapa kali ia terguncang.

"Kenapa aku harus sejelek ini, Mommy?" bisikku.
"Tidak, sayang, kau tidak..."
"Aku tahu aku jelek."
Mom menciumi wajahku. Mom mencium mataku yang terlalu melorot. Mom mencium pipiku yang kelihatan penyok. Mom mencium mulut kura-kuraku.
Mom mengucapkan kata-kata lembut yang aku tahu seharusnya membuatku merasa lebih baik, tapi kata-kata tak bisa mengubah wajahku.

Um, coba bayangkan ketika kamu hidup dengan hal yang tak kau sukai melekat pada dirimu kemanapun kau bergerak. Saya merasa Auggie keren. Fisiknya memang lain, namun ya sudahlah. Ia tidak melulu mengisi hari-harinya dengan penyesalan kenapa ia tak senormal orang lain. Ia mencurahkan perhatiannya dengan hal-hal yang ia sukai. Ia memperhatikan keluarganya. Ia menyayangi Daisy, anjingnya. Meski tak bisa dipungkiri ia juga sensitif terhadap reaksi orang-orang di sekitarnya. Itu wajar kan, jika saya di posisi August saya tak yakin mampu bereaksi seperti August.

"Alam semesta memang tidak ramah pada Auggie Pullman. apa yang pernah dilakukan bocah itu hingga pantas menerima hukuman itu? apa yang dilakukan orangtuanya? atau olivia? olivia pernah menyebut-nyebut soal dokter yang memberi tahu orangtuanya mengenai kemungkinan seseorang yang memiliki kombinasi sindrom yang sama yang muncul bersamaan sehingga menciptakan wajah seperti auggie adalah satu berbanding empat juta. jadi kalau begitu alam semesta adalah sebuah undian lotere raksasa, ya kan? kau membeli sebuah tiket saat dilahirkan. dan itu benar-benar acak, entah kau mendapatkan tiket yang bagus atau jelek. semua itu hanya keberuntungan.

Bayangkan, satu dibanding empat juta. Saat kau berjalan di atas bumi, maka akan ada tiga juta sembilan ratus ribu sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang yang akan bertanya-tanya mengapa Auggie berbeda. Ada yang hanya bertanya di pikirannya, ada yang tergurat di wajahnya, ada juga yang mengembangkan pertanyaannya menjadi sebuah rasa jijik--lupa kalau orang seperti Auggie adalah satu spesies dengan mereka. Bayangkan jika kau harus menghadapi semua itu setiap hari.

Tapi August, seperti yang saya bilang sebelumya, keren! Untungnya ia cukup tegar dan tak mudah menyerah. Di sampingnya ada Mom, Dada,Via, dan juga teman-teman yang masih peduli padanya, bagaimanapun keadaan August.

Seandainya memang sepenuhnya acak, alam semesta akan menelantarkan kita seutuhnya. dan alam semesta tidak menelantarkan kita. alam semesta menjaga makhluk ciptaan paling rapuh dengan berbagai cara yang tidak bisa kita lihat...mungkin memang sebuah lotere, tapi pada akhirnya alam semesta membuat semuanya impas. alam semesta meenjaga semua burungnya."-Justin, 278

***
Beberapa buku sicklit keren dan menyentuh hati tanpa perlu menjadi cengeng, dan inilah salah satunya. Tak melulu mengenai apa yang dirasakan August, multiple PoV yang digunakan dalam buku ini juga memperkaya cerita. Dan menjadikannya manusiawi.

5 of 5








0 komentar:

Poskan Komentar