Minggu, 28 Juli 2013

Negeri di Ujung Tanduk

Judul Buku: Negeri di Ujung Tanduk
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013



"Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi.

Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Tapi di Negeri di Ujung Tanduk setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan."

Setahun setelah insiden Bank Semesta terjadi, kita bertemu lagi dengan Tommi sang petarung. 
Thomas, konsultan keuangan yang populer itu kini sukses melebarkan sayap usahanya di dunia perpolitikan. Ya, apa sih yang tidak mampu Tommi lakukan? Meski baru sebentar terjun di kancah politik, ia tak pernah gagal membawa kliennya menuju kemenangan. Saat ini, ia menjadi konsultan politik bagi JD, kandidat terkuat calon presiden saat ini. 

Meski tambah sibuk, Tommi tetaplah Tommi. Tak akan menolak ajakan bertanding di arena petarung. Apalagi bertandingnya di Makau, kelas klub petarungnya lebih elite. Maka selesai menjadi pembicara konferensi di Hong Kong, Tommi tak membuang waktu. Ia langsung pergi ke Makau dan bertarung dengan juara bertahan Makau, Lee. Seolah tak cukup menjamu kedatangan Thomas dengan konferensi dan pertarungan; China juga memberinya kejutan: pertemuannya dengan Opa dan Kadek.

Namun seolah nasib tak bisa membiarkan Tomi hidup tenang. Selagi bereuni dengan Opa dan Kadek, mereka ditahan SAR di atas kapal atas tuduhan penyelundupan. Tak tanggung-tanggung, 100 kg heroin dan senjata. 

Esok hari, harusnya Tommi mendampingi JD dalam konvensi politik di Denpasar. Tapi kini ia ditahan di lantai 15 bangunan entah dimana, dengan borgol dan identitas tersita.

. Ini baru permulaan.
***
Sekuel dari Negeri Para Bedebah. Tidak kalah seru, tetap beralur intens, tetap penuh dengan kejutan dan aksi-aksi ekstrim.  Bagi yang baru berkenalan dengan Tere Liye, pasti buku ini akan bikin terpana :p. Tetapi untuk yang sudah lama mengikuti Tere Liye, saya misalnya, buku ini akan mudah ditebak. Rasanya sudah kenal luar dalam sama karyanya Tere Liye, hehehe.
Yang bikin saya ketawa, Tommi ini suka banget bilang 'frankly speaking' di buku ini. Aduh, apa ngga ada kosakata lain atau harusnya irit aja penggunaannya...

Rate untuk Negeri di Ujung Tanduk:


2 komentar:

cuma kata kata mengatakan...

Walau di GoodRead banyak yang komentar agak gimana dengan Sekuel Negeri Para bedebah ini, saya tetap suka :)

edisty friskanesya mengatakan...

sepertinya mas nya fans buku-bukunya Tere Liye ya? :)

Poskan Komentar