Tampilkan postingan dengan label adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adventure. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Penjaga Batu (Ulysses Moore #5)

Judul: Penjaga Batu (Ulysses Moore #5)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Sarah Pakpahan
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2012

Rabu, 23 Januari 2013

Pulau Topeng (Ulysses Moore #4)


Judul: Pulau Topeng (Ulysses Moore #4)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2010

Rabu, 16 Januari 2013

Rumah Cermin (Ulysses Moore#3)


Judul: Rumah Cermin (Ulysses Moore #3)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2009

Rabu, 09 Januari 2013

Peta yang Hilang (Ulysses Moore #2)

Judul: Peta yang Hilang (Ulysses Moore #2)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2008

Rabu, 02 Januari 2013

Pintu Waktu (Ulysses Moore #1)

Judul: Pintu Waktu (Ulysses Moore #1)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Sarah Pakpahan
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2006

Minggu, 30 Desember 2012

The Three Musketeers (Trio Musketri)


Judul: Trio Musketri (The Three Musketeers)
Pengarang: Aleandre Dumas
 Alih Bahasa: Hera Diani
Penerbit: Serambi
Tahun Terbit: 2010

Mengambil latar Eropa pada abad pertengahan, zaman Louis XIII berkuasa, the three musketeers dikisahkan. Mereka adalah tiga musketri yang tidak terpisahkan satu sama lain, Athos, Porthos, dan Aramis.
 
Tapi tunggu, kisah ini tidak berpusat pada ketiga musketri ini. Tokoh utama pada kisah ini adalah.... *terereeett....dum dum dum* (sound effect ceritanya) D'Artagnan, pemuda asal Gascon yang bersemangat untuk mengabdikan diri pada Raja mengikuti pesan ayahnya untuk menjadi seorang musketri. Pimpinan musketri, Monsieur de Treville adalah kenalan baik ayahnya, dan menjadi contoh teladan dari Gascon. Oleh ayahnya, D'Artagnan dibekali surat pengantar untuk de Treville. Namun sayangnya, surat tersebut dicuri di tengah jalan.
 
Hilangnya surat itu tentu saja membuat D'Artagnan mengamuk. Apalagi ia sempat mengenali rupa pria yang mencuri suratnya itu. Namun apa yang ia dapat perbuat? Ia terlanjur kehilangan jejak pria itu. Akhirnya, dengan tangan kosong ia melanjutkan perjalanan dengan gagah berani. *hasek
 
Pertemuan perdananya dengan de Treville tidak sesuai harapan. Belum-belum ia membuat masalah berturut-turut dengan Athos, Porthos, dan Aramis secara beruntun. Akibatnya, ia mendapat tantangan duel dari ketiganya. Namun, sesuatu terjadi dalam duel itu dan mereka malah berujung pada bergabungnya D'Artagnan dengan ketiga musketri tersebut. Bersama-sama mereka terlibat dalam petualangan yang penuh dengan intrik mengenai cinta, persahabatan, dan kekuasaan.
***
Euhm, saya tidak suka penerjemahan judul dari The Three Musketeers menjadi Trio Musketri ini. Jadinya kurang keren gitu...The Three Musketeers ini kisah yang sudah lama saya dengar, termasuk keunikan judulnya, tetapi saya baru berkesempatan membacanya sekarang. Beruntung saya mendapatkan buku ini di Book Fair Senayan dengan harga 13.000 rupiah saja, hihi. Moreover, the translation turneed out so well for me. Sayangnya saya kurang sreg sama covernya :S. Lima bintang untuk buku ini, Empat bintang plus satu bintang khusus untuk intrik-intriknya yang keren.

Senin, 29 Oktober 2012

The Land of Elyon: Lembah Berduri

Judul Buku: The Land of Elyon: Lembah Berduri
Pengarang: Patrick Carman
Penerbit: Little K
Tahun Terbit: 2006

Bertemu kembali denganku, Alexa :)
Setahun setelah Warvold meninggal dan pemberontakan para narapidana yang terbuang, keadaan Bridewell aman terkendali. Aku juga terkendali.

Maksudku, tembok-tembok telah diruntuhkan, jadi tak ada lagi rasa penasaran dalam diriku untuk melihat ada apa di luar sana. Lagipula, hey, aku kan sudah pernah menjelajah juga disana. Kunci yang kuperoleh dari Warvold untuk membuka pintu tersembunyi yang ada di perpustakaan telah kuserahkan pada ayahku.  Tak ada lagi celah untukku mencuri-curi kesempatan pergi menyusup lagi seperti dulu.

Setidaknya sampai aku mendengar suara dari balik pintu tersembunyi itu.

Tok, tok, tok.
***
Alexa,
Ada sebuah gua rahasia di Bukit-Bukit Kelam. Di dalam gua ini ada sesuatu yang harus kau ambil. Sesuatu yang sangat penting dan sangat istimewa. Hanya untukmu seorang, Alexa. Dan kau harus bisa menemukannya. Ini adalah perjalanan rahasia.
Pergilah sekarang!

Warvold

Ini surat yang kuterima dari Yipes, yang ternyata berada di balik pintu itu. Karena surat inilah, aku kembali lagi ke luar sana. Terjerumus lagi dalam petualangan, dan kali ini berkali-kali lebih menegangkan! 
Karena menemukan hal yang dimaksud Warvold hanyalah permulaan. Ada tugas yang jauh lebih besar menanti: menjadi kunci dari penuntasan konspirasi besar yang terjadi di Negeri Elyon.
***
Buku ini, ternyata, lebih seru daripada buku pertama. Khas anak-anak, ngga ada twist dalam konflik, lurus dan datar. Jadi jangan salahkan kalau pembaca seumur saya bilang buku ini kurang menarik karena datar. Coba berikan buku ini pada anak seusia SD, pasti tanggapannya lain, hehe. Dua bintang bagi (pembaca seumuran) saya.

Minggu, 28 Oktober 2012

The Land of Elyon: Bukit-Bukit Kelam

Judul Buku: The Land of Elyon-Bukit-Bukit Kelam
Pengarang: Patrick Carman
Penerbit: Little K
Tahun Terbit: 2006

Sebelum membangun tembok,
aku bertanya untuk tahu
Apa yang akan terkurung di dalam dan di luar,
Dan siapa yang akan tersinggung.
Ada sesuatu yang tidak menyukai tembok,
Yang ingin tembok itu runtuh.

"Mending Wall"--Robert Frost


"Tertawa saja sepuasmu! Tapi, asal kau tahu saja, membangun lebih tinggi adalah gagasan yang berbahaya. Kita akan terkespos pada dunia luar. Posisi kita nanti jadi rapuh." kata Pervis, menentang pembangunan lebih dari satu tingkat. " Dan begitu orang-orang mulai melewatkan waktu luang dengan mencari hal-hal aneh di luar tembok, akna timbul masalah yang lebiih besar. Jika masyarakat dibuat penasaran, itu sama saja dengan meletakkan Bridewell di atas tong mesiu."

"Aku menghabiskan masa mudaku membangun tembok ini untuk melindungi kita semua dari bahaya di luar. Sekarang, kadang aku bertanya-tanya, apakah aku malah mengurung bahaya itu di dalam tembok." ujar Warvold, pada detik-detik terakhirnya.
***
Hai! bertemu denganku, Alexa Daley. Usiaku 12 tahun, dan jangan coba meragukan kelincahanku meski aku kecil. Kata musuh besarku, Pervis Kotcher, aku bandel. Kata yang lain, aku ini pemberani! Padahal, sebetulnya rasa penasaranku saja yang terlalu besar. Aku tinggal di Lathbury, namun sering ikut dengan ayahku, walikota Lathbury untuk membicarakan masalah kenegaraan dengan Warvold dan Ganesh di Bridewell. 
Seperti sekarang, liburan musim panas kuhabiskan di Bridewell dengan tenang dan menyenangkan. Yah..seharusnya begitu. Namun semuanya berubah menjadi tegang dan petualangan, semenjak Warvold wafat dan misteri-misteri mulai terkuak...

Ada lorong yang menghubungkan Bridewell dengan dunia luar.
Ada kurcaci yang hidup di luar! Serigala, tupai, beruang yang bisa berbicara!
Uh oh. Ada yang lebih mengagetkan lagi, dan gawat...
kenapa orang-orang ber-cap N, N untuk narapidana..ternyata masih berkeliaran? Apa maksud perkataanmereka bahwa waktunya sebentar lagi akan tiba?
dan yang paling gawat..
Ternyata ada mata-mata yang mengkhianati kami. Lalu, siapa yang membawa misi menemukan mata-mata itu? Aku? Hei, yang benar saja! Aku kan masih anak-anak!

Apa yang harus kulakukan sekarang, di saat tak ada seorangpun di kota yang dapat kupercayai? Apa yang dapat kulakukan seorang diri?
***
Hemm...tema dan alur yang cukup seru bagi kisah anak-anak. Sayang disayang, terjemahannya kurang smooth sehingga kesannya buku ini bertele-tele dalam mendeskripsikan detail. Sayang ya...jadilah dua bintang saja untuk buku ini.

Senin, 03 September 2012

Lima Sekawan Dalam Lorong Pencoleng

Judul: Lima Sekawan dalam Lorong Pencoleng
 Pengarang: Enyd Blyton 
Penerbit: Gramedia 
Tahun terbit: 2012 (cetakan kelima belas)

Seperti biasa, lima Sekawan yang terdiri dari Julian, Dick, George, Anne, dan anjing mereka Timmy berencana menghabiskan waktu liburan mereka di tempat yang baru. Bibi Fanny, ibu George merekomendasikan Cornwall, tepatnya Tremannon Farm, untuk tempat mereka berlibur. Disana ada kenalan teman Ayah George yang akan memanjakan mereka dengan makanan yang enak-enak! Disana juga cocok untuk anak-anak yang suka berpetualang seperti lima Sekawan. Menurut petugas stasiun, tempatnya sunyi dan liar! Hmm, dengan pulau yang sunyi, sepi penduduk, sejarah dan jejak-jejak pencoleng yang tertinggal, Pak Penruthlan yang mencurigakan, Clopper jenaka yang dijaga layaknya harta karun, serta Bos The Barneys yang senang menyendiri, petualangan seperti apa yang menanti mereka?

*** 
Setelah sekian lama pun, ternyata saya selalu jatuh hati pada Lima Sekawan. Enyd Blyton masih mampu membuat saya tegang mengikuti petualangan mereka, dulu maupun kini. Enyd Blyton jenius! :)

Senin, 09 Juli 2012

Judul: The Invention of Hugo Cabret
Pengarang: Brian Selznick
Alih Bahasa: Marcalais Fransisca
Tahun Terbit: 2012

Tak ada seorangpun warga kota yang sadar akan Hugo. Kehadirannya bagaikan hantu. Menyelusup dan mengamati kehidupan dari sudut kota yang tak terjamah. Hugo menyelinap dari satu bilik ke bilik lain, menyusuri lorong tak terlihat, dan mengendap-endap di bawah temaram lampu stasiun kota. Mencuri demi menyambung hidupnya, karena ia tak boleh disadari kehadirannya. Jika kehadirannya saja tak disadari, tentu tak ada yang sadar pula bahwa Hugo menyimpan sebuah rahasia besar warisan mendiang ayahnya, satu-satunya yang ia miliki setelah seluruh keluarga meninggalkannya. 

 Begitulah kehidupan Hugo, hingga suatu ketika rahasianya terancam terkuak oleh sang kakek pemilik toko mainan saat tertangkap basah sedang mencuri mainan. Anehnya, sang kakek seakan terhubung dengan rahasia tersebut dan berusaha memusnahkan rahasia tersebut. Apa hubungan sebenarnya antara sang kakek dengan rahasia Hugo?
Bukunya unik loh, selain menggunakan kata-kata, penulisnya juga berkisah melalui ilustrasi, guratan pensil yang indah. Salahsatu contohnya adalah gambar di atas :). Sayang tidak didukung konflik yang kompleks dan dalam. Sewaktu selesai membaca buku, ada pertanyaan yang spontan terlintas dalam benak saya, "Cuma segini aja nih?" Nangguung...

Minggu, 29 Januari 2012

Abarat #2: Days of Magic, Nights of War



Judul Buku: Abarat #2: Days of Magic, Nights of War
Pengarang: Clive Barker
Tahun Terbit: 2007
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama