Tampilkan postingan dengan label tragedi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tragedi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Maret 2014

Menanti Cinta

"Biarlah dicintai dan mencintai dengan sepenuh hati saat waktu masih mengizinkan. 
Menarilah dan nikmatilah saat senandung itu masih ada. 
Karena sungguh, suatu saat nanti, 
waktu itu akan hilang dan hanya akan tersisa kesepian dan penyesalan jika tersia-siakan."



Judul Buku: Menanti Cinta
Pengarang: Adam Aksara
Penerbit: Mozaik Indie Publisher
Tahun Terbit: 2014

***


***

Adalah Claire, mahasiswi miskin yang harus menghidupi tidak hanya dirinya namun juga seluruh keluarganya. Ibu, ayah tiri, dan Ayu, adiknya. Untuk memenuhi kebutuhan makan saja Claire sudah kepayahan. Ditambah dengan ketergantungan orangtuanya terhadap alkohol dan obat-obatan, memperparah keadaan ekonominya. Suatu keberuntungan baginya, ia diterima di jurusan keperawatan dengan beasiswa penuh, meskipun hanya selama semester pertama. Hari demi hari dilaluinya dengan penuh rasa kekhawatiran: bagaimana ia bisa terus memenuhi kebutuhan pangan keluarganya, bagaimana kelanjutan kuliahnya, bagaimana ia melindungi dirinya dari nafsu bejat ayah tirinya sendiri.

Seperti  Cinderella, ia bertemu pangeran berkuda putihnya, Alex. Dosen jenius, pekerja keras, dan kaya raya. Sosok pangeran yang hampir sempurna, kecuali fakta bahwa ia harus menggunakan kursi roda kemanapun ia pergi karena penyakit polio yang dideritanya sejak kecil. Karena kekurangannya itulah ia memiliki ketakutan untuk mencintai wanita. homo dong? bukan itu maksud saya. Ya, syukurlah di sini dia masih normal.

Dan cinta mempertemukan mereka.


***
Menanti Cinta ini dilukiskan Adam Aksara sebagai kisah cinta yang bernuansa kelam, penuh drama dan tragedi. Banyak fitur yang digunakan penulis, seperti Prolog yang bikin penasaran, alur maju mundur, penggunaan tokoh di luar kisah utama (dijelmakan sebagai penulis lepas yang sengaja dibayar untuk membuat biografi Alex) untuk memperkaya kisah ini supaya tema yang sebenarnya umum menjadi extraordinary. 
Kalau memperhatikan ide umum pengarang, sesungguhnya menurut saya, idenya BAGUS, apalagi untuk penulis pemula. Sayangnya, saya merasa karya ini terlalu buru-buru. Kalau buah, matangnya karena diperam bukan matang di pohon. Jadinya ada beberapa hal yang kurang sreg pas bacanya.

Di antara beberapa hal tersebut, yang menjadi perhatian saya tentang buku ini adalah:
1. Terlalu banyak penjelasan tentang berbagai hal dan tidak diimbangi dengan intensitas dialog antartokohnya membuat saya sebagai pembaca agak jenuh di paruh akhir buku ini. Mungkin kalau pergulatan emosi tokoh digantikan dengan interaksi tokoh yang melibatkan emosi-emosinya, kisah ini akan lebih hidup, ya. *membayangkan

2. Penggalan waktu yang kurang rapi. Pergantian waktu terkadang hanya ditandai dengan beda paragraf. Mungkin lebih baik jika ditambahkan satu baris *** di antara dua waktu penceritaan yang berbeda tersebut supaya pembaca tidak terlalu bingung. Apalagi buku ini memuat sedikit alur campuran, pemenggalan saat jeda waktu menjadi hal yang urgen untuk diperhatikan.

3. Karakter tidak menarik. Claire yang hidup di bawah tekanan akan terlihat menarik jika ia kuat. Namun Claire disini sudah cengeng, rapuh, dan buat saya....agak bodoh (katanya manusia itu nggak jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Kalau Claire....saya no comment). 

Sukses terus buat Adam Aksara. Saya perhatikan (sok iye banget ya saya), tekad menulisnya tinggi. Jangan patah arang karena kritik sana-sini. Kritik ada untuk menjadikanmu lebih baik :D. 

Bagi teman-teman yang penasaran sama bukunya, dapat mengunjungi situs resminya di http://mozaikindie.com

2 of 5


Jumat, 14 Februari 2014

The Fault In Our Stars

"het mooie paar is mooi!"


Judul: The Fault in Our Stars (Salahkan Bintang-Bintang)
Pengarang: John Green
Penerbit: Qanita (Mizan)
Tahun Terbit: Desember 2012



"Aku didiagnosis kanker tiroid Stadium IV ketika berusia tiga belas tahun. (Tidak kukatakan kalau diagnosis itu muncul tiga bulan setelah menstruasi pertamaku. Seakan: Selamat! Kau seorang perempuan. Sekarang matilah)."

Rabu, 15 Januari 2014

Primadona

Opera kehidoepan
Segala jang dipoenja
Boekan milik kita
Bahkan toeboeh dan djiwa
Tjoema pindjaman belaka
Harus rela djika diminta


 Judul: Primadona
Pengarang: N. Riantiarno
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Maret 2006

Tenang. Sisanya akan dituliskan dalam Ejaan yang Disempurnakan :D

Di Batavia, pada suatu masa, dua perempuan bersaing menjadi primadona.
Inilah kisah Kedjora, gadis dusun yang namanya naik secara tak terduga.
Ini juga kisah Miss Ketjoeboeng, primadona yang mulai luntur ketenarannya.
Dengan segala cara, Miss Ketjoeboeng berusaha menghadang langkah Kedjora yang semakin mantap menjadi seorang bintang baru.
Kedjora pun menjadi rebutan dua grup opera yang terkenal pada masa itu. Tanpa ia sadari, semakin jauh ia masuk ke dalam intrik dan skandal terselubung di tengah tepuk tangan serta decak kagum para penggemarnya.
HANJA ADA SATOE PRIMADONA
NJANG LAEN TJOEMA EMBEL-EMBEL SADJA!

Sabtu, 24 Agustus 2013

The Tokyo Zodiac Murders

Selang 40 tahun berlalu, namun belum ada seorangpun yang mampu memecahkan kasusnya...

...sementara sang pembunuh terus menanti untuk ditemukan.

Judul Buku: The Tokyo Zodiac Murders
Pengarang: Soji Shimada
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2012

Sabtu, 10 Agustus 2013

Please Look After Mom



"Setelah dia hilang, barulah keberadaanya terasa begitu nyata, 
seolah-olah kau tinggal mengulurkan tangan untuk menyentuhnya."

You will never think of your mother the same way again after you read this book.

Judul: Please Look After Mom
Pengarang: Kyung Sook Shin
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Ibu hilang.
Ia tertinggal di Stasiun Kereta Bawah Tanah Seoul. Saat itu Ayah dan Ibu datang dari Chongup, bermaksud melihat rumah baru anaknya yang ketiga. Saat berkunjung, biasanya anak-anaknyalah yang akan menjemput. Namun saat itu tak ada yang bisa menjemput mereka.
Ayah bilang mereka tak usah dijemput, menyanggupi mendatangi sendiri ke rumah anaknya. Namun saat kereta berjalan, ternyata hanya Ayah yang naik. Ibu tertinggal di stasiun bawah tanah.

Seminggu, dua minggu, sebulan...

Ibu tak kunjung ditemukan. Sulit mencari ibu, karena kami, suami dan anak-anaknya tahu ia tak dapat kemana-mana sendiri di kota ini, di Seoul. Semua saling menyalahkan, juga menyesali diri sendiri. Saat ibu ada, kehadirannya seringkali tak terasa. Seringkali terlupakan, terabaikan. Namun saat ia hilang, seluruh memori tentangnya membuncah. Kenangan-kenangan sendu terus mendera silih berganti. Kebaikan dan pengorbanan-pengorbanannya yang belum terbalaskan. 

"Setelah dia hilang, barulah keberadaanya terasa begitu nyata, seolah-olah kau tinggal mengulurkan tangan untuk menyentuhnya"

Please Look After Mom.

Sabtu, 06 April 2013

Anna Karenina

Judul buku: Anna Karenina
Pengarang: Leo Tolstoy
Penerbit: Gradien Mediatama
Tahun terbit: 2013


Happy families are all alike;
Every unhappy family is unhappy in its own way
-Leo Tolstoy-

Ini kisah tentang seorang wanita yang bersedia mempertaruhkan segalanya demi cinta.

Ketika Anna Karenina memutuskan untuk menerima cinta Vronsky, seluruh Rusia mengutuki mereka berdua. Kehormatan, kemunafikan, pengkhianatan, ketulusan, dan pengampunan mewarnai perjalanan Anna dalam berjuang untuk meraih kebahagiaannya.
Saat Anna mempertanyakan makna pernikahan, perubahan yang tak terelakkan juga menghampiri orang-orang yang berada di sekelilingnya. Perjalanannya dalam mengarungi dan memaknai esensi cinta, membuka banyak hati dan mengajari mereka kekuatan cinta sejati yang sesungguhnya.
Dalam dunia yang didominasi pria, seorang wanita dengan seluruh keberanian yang bisa dihimpunnya, mencoba memilih untuk menuruti kata hatinya.

Jumat, 02 November 2012

If I Stay (Jika Aku Tetap di Sini)

Judul Buku: If I Stay (Jika Aku Tetap di Sini)
Pengarang: Gayle Forman
Alih Bahasa: Poppy D. Chusfani
Tahun Terbit: 2011
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Mia, gadis berusia 17 tahun yang memiliki kehidupan yang nyaris sempurna: keluarga yang keren dan bahagia. Dad dan Mom yang rock abis juga adiknya Teddy, si bocah yang cute banget. Lalu ada Adam, pacar (yang oh my keren banget) yang memujanya.  Juga masa depan cerah bagi bakat musiknya. Lampu hijau baginya untuk masuk Juilliard karena kemampuannya memainkan cello yang luar biasa.

Tapi semuanya terenggut dalam sekejap: kecelakaan lalu lintas saat ia dan keluarganya akan berkunjung ke rumah sahabat ayahnya. Ayah dan Ibunya meninggal seketika. adiknya Teddy segera dilarikan ke rumah sakit yang berlainan dengannya. Ia sendiri koma.

Di saat koma itulah, ruhnya bergentayangan dan ia menyaksikan dengan kepalanya sendiri bagaimana parah keadaan dirinya, sibuknya para dokter dan perawat menangani dirinya, dan Gran, Gramps, Kim, serta Adam menunggui dirinya.

“Tidak apa-apa,” 
“Kalau kau mau pergi. Semua orang ingin kau tinggal. Aku ingin kau tinggal lebih daripada apa pun yang kuinginkan di dunia ini.” Suaranya tersekat emosi. Dia berhenti, berdeham, menarik napas, dan melanjutkan. 
“Tapi itu kemauanku dan aku bisa mengerti mungkin itu bukan kemauanmu. Maka aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku mengerti jika kau pergi. Tidak apa-apa kalau kau harus meninggalkan kami. Tidak apa-apa jika kau ingin berhenti berjuang.” begitu ujar Gramps kepadanya, melepasnya pasrah.

"Tinggallah."
"Tidak ada kata-kata yang layak mewakili apa yang terjadi padamu. Tidak ada sisi baiknya. Tapi masih ada yang baik dalam hidupmu...
Jika kau tinggal, aku akan melakukan apa saja yang kau inginkan. Aku akan berhenti bermain band, pergi bersamamu ke New York. Tapi jika kau ingin aku menghilang, aku juga akan melakukan itu. Aku tadi bicara dengan Liz dan dia berkata mungkin kembali ke kehidupan lamamu akan menyakitkan, bahwa mana mungkin akan lebih mudah bagimu jika menghapus kami dari kehidupanmu. Dan itu akan sangat menyebalkan, tetapi aku akan melakukannya. Aku sanggup kehilangan kau seperti itu asalkan aku tidak perlu kehilangan dirimu hari ini. Aku akan melepaskanmu. Jika kau tetap hidup." 
Lalu Adam memasangkan headphone pada telinga Mia yang masih terbaring koma. Meminta maaf karena yang ia putarkan bukan lagu favorit Mia, tapi itu yang terbaik yang bisa dilakukan Adam. Lalu cello Yo-Yo Ma, cellist favorit Mia, mengalun...
dan sesuatu dalam diri Mia meletup-letup.

Terjebak antara hidup dan mati, antara masa lalu yang indah dan masa depan yang tak pasti, Mia menghadapi satu hari penting ketika ia merenungkan satu-satunya keputusan yang masih dimilikinya--keputusan terpenting yang akan pernah dibuatnya.Meski ide cerita ruh gentayangan terdengar agak konyol, tapi pengarangnya masih dapat merangkai sebuah kisah yang keren. Takarannya pas. Tragis tapi engga overdramatis, indah tapi engga terasa klise. Empat bintang untuk buku ini :)