Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 April 2014

Athirah

"aku belajar banyak dari Emma tentang perkara bangkit dari duka. 
belajar sangat banyak. 
ia bukan melupakan. bukan pula mengubur. 
ia bersekutu bersama sedihnya 
untuk kemudian bersama-sana mengubah itu menjadi energi."



Judul Novel: Athirah
Pengarang: Alberthiene Endah
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: Desember 2013

"Apakah ini artinya Emma kalah, Jusuf?”
Pertanyaan Emma menusuk batinku. Aku pilu. Mata bening Emma basah. 
Angin sore mendadak terasa sangat dingin. 
Cahaya matahari dari barat jatuh di wajah Emma. Dukanya semakin terlihat. 


Emma tidak pernah punya gambaran tentang wanita yang dimadu.
Sejak Bapak memilih tinggal di rumah keduanya, Emma sering terlihat merenung, tertunduk lesu. Ketika langkah Bapak semakin jarang terdengar di rumah kami, Emma semakin sendu.
Namun, Emma tak membiarkan dirinya terlalu lama disiksa rindu.
Dia segera berjuang untuk bangkit, menjadi wanita yang mandiri.

Emma adalah perjalanan keberanian. 
Ada sosok yang kokoh dalam dirinya yang lembut dan sangat halus.
Jika kau ingin aku berkata-kata tentang keindahan, kepadanya benakku akan bertumpu. 

Maka, kini, aku akan bercerita tentang, dia, ibuku. 
Emma-ku. Athirah.
Perempuan indah yang mengajarkan aku tentang hidup …. 

Sesuatu yang tak perlu kau takutkan jika kau tahu makna kesabaran ….

***

Sejujurnya saat menelusuri kisah cinta Athirah dan Kalla, saya terkejut. Saya pikir ibunda Jusuf Kalla dipoligami karena pernikahan mereka hasil perjodohan ataupun perjalanannya tak bahagia. Tapi demi mendapati kisah cinta mereka yang demikian indah, mereka yang melengkapi satu sama lain dengan sempurna, saya heran kenapa Kalla masih bisa jatuh cinta pada wanita lain.

....yah, namanya juga lelaki manusia :p

Rabu, 26 Maret 2014

Menanti Cinta

"Biarlah dicintai dan mencintai dengan sepenuh hati saat waktu masih mengizinkan. 
Menarilah dan nikmatilah saat senandung itu masih ada. 
Karena sungguh, suatu saat nanti, 
waktu itu akan hilang dan hanya akan tersisa kesepian dan penyesalan jika tersia-siakan."



Judul Buku: Menanti Cinta
Pengarang: Adam Aksara
Penerbit: Mozaik Indie Publisher
Tahun Terbit: 2014

***


***

Adalah Claire, mahasiswi miskin yang harus menghidupi tidak hanya dirinya namun juga seluruh keluarganya. Ibu, ayah tiri, dan Ayu, adiknya. Untuk memenuhi kebutuhan makan saja Claire sudah kepayahan. Ditambah dengan ketergantungan orangtuanya terhadap alkohol dan obat-obatan, memperparah keadaan ekonominya. Suatu keberuntungan baginya, ia diterima di jurusan keperawatan dengan beasiswa penuh, meskipun hanya selama semester pertama. Hari demi hari dilaluinya dengan penuh rasa kekhawatiran: bagaimana ia bisa terus memenuhi kebutuhan pangan keluarganya, bagaimana kelanjutan kuliahnya, bagaimana ia melindungi dirinya dari nafsu bejat ayah tirinya sendiri.

Seperti  Cinderella, ia bertemu pangeran berkuda putihnya, Alex. Dosen jenius, pekerja keras, dan kaya raya. Sosok pangeran yang hampir sempurna, kecuali fakta bahwa ia harus menggunakan kursi roda kemanapun ia pergi karena penyakit polio yang dideritanya sejak kecil. Karena kekurangannya itulah ia memiliki ketakutan untuk mencintai wanita. homo dong? bukan itu maksud saya. Ya, syukurlah di sini dia masih normal.

Dan cinta mempertemukan mereka.


***
Menanti Cinta ini dilukiskan Adam Aksara sebagai kisah cinta yang bernuansa kelam, penuh drama dan tragedi. Banyak fitur yang digunakan penulis, seperti Prolog yang bikin penasaran, alur maju mundur, penggunaan tokoh di luar kisah utama (dijelmakan sebagai penulis lepas yang sengaja dibayar untuk membuat biografi Alex) untuk memperkaya kisah ini supaya tema yang sebenarnya umum menjadi extraordinary. 
Kalau memperhatikan ide umum pengarang, sesungguhnya menurut saya, idenya BAGUS, apalagi untuk penulis pemula. Sayangnya, saya merasa karya ini terlalu buru-buru. Kalau buah, matangnya karena diperam bukan matang di pohon. Jadinya ada beberapa hal yang kurang sreg pas bacanya.

Di antara beberapa hal tersebut, yang menjadi perhatian saya tentang buku ini adalah:
1. Terlalu banyak penjelasan tentang berbagai hal dan tidak diimbangi dengan intensitas dialog antartokohnya membuat saya sebagai pembaca agak jenuh di paruh akhir buku ini. Mungkin kalau pergulatan emosi tokoh digantikan dengan interaksi tokoh yang melibatkan emosi-emosinya, kisah ini akan lebih hidup, ya. *membayangkan

2. Penggalan waktu yang kurang rapi. Pergantian waktu terkadang hanya ditandai dengan beda paragraf. Mungkin lebih baik jika ditambahkan satu baris *** di antara dua waktu penceritaan yang berbeda tersebut supaya pembaca tidak terlalu bingung. Apalagi buku ini memuat sedikit alur campuran, pemenggalan saat jeda waktu menjadi hal yang urgen untuk diperhatikan.

3. Karakter tidak menarik. Claire yang hidup di bawah tekanan akan terlihat menarik jika ia kuat. Namun Claire disini sudah cengeng, rapuh, dan buat saya....agak bodoh (katanya manusia itu nggak jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Kalau Claire....saya no comment). 

Sukses terus buat Adam Aksara. Saya perhatikan (sok iye banget ya saya), tekad menulisnya tinggi. Jangan patah arang karena kritik sana-sini. Kritik ada untuk menjadikanmu lebih baik :D. 

Bagi teman-teman yang penasaran sama bukunya, dapat mengunjungi situs resminya di http://mozaikindie.com

2 of 5


Rabu, 26 Februari 2014

Pulang - I Know Who You Are, My Secret Santa :p

Judul: Pulang
Pengarang: Leila S. Chudori
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun Terbit: Februari 2013, Cetakan ketiga

Paris, Mei 1968. 

Ketika revolusi mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo seorang eksil politik Indonesia bertemu Vivienne Deveraux, seorang mahasiswa Prancis yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Dimas merasa cemas dan gamang. Bersama puluhan wartawan dan seniman lain, dia tak bisa kembali ke Jakarta karena paspornya dicabut oleh pemerintah Indonesia. Sejak itu mereka mengelana tanpa status yang jelas dari Santiago ke Havana, ke Peking dan akhirnya mendarat di tanah Eropa untuk mendapatkan suaka dan menetap di sana.

Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris bersama tiga kawannya: Nug, Tjai, dan Risjaf—mereka berempat disebut Empat Pilar Tanah Air—Dimas, terus-menerus dikejar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia satu persatu tumbang, dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan Peristiwa 30 September. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari—isteri Hananto—yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan diinterogasi tentara.

Jakarta, Mei 1998
Lintang Utara, puteri Dimas dari perkawinan dengan Vivienne Deveraux, akhirnya berhasil memperoleh visa masuk Indonesia untuk merekam pengalaman keluarga korban tragedi 30 September sebagai tugas akhir kuliahnya. Apa yang terkuak oleh Lintang bukan sekedar masa lalu ayahnya dengan Surti Anandari, tetapi juga bagaimana sejarah paling berdarah di negerinya mempunyai kaitan dengan Ayah dan kawan-kawan ayahnya. Bersama Segara Alam, putera Hananto, Lintang menjadi saksi mata apa yang kemudian menjadi kerusuhan terbesar dalam sejarah Indonesia: kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun.

***
Kadang suka kehabisan nafas saat membaca buku ini. Saking terhanyut mengikuti arus jalinan kata yang keren dari Leila S. Chudori ini, tahu-tahu saya sadar kalau saya lupa bernafas >.<. Terlepas dari beberapa adegan dewasa (again, saya sudah 23 tahun dan tetap risih kalau mergokin adegan 21+), Pulang menawarkan tema yang unik, tidak murahan. Pulang, buku bermuatan politik pertama yang saya rasakan ngga berat. Iyalah, novel, hehe. Dalam artian, butuh kepiawaian khusus meramu tema politik dengan  latar, referensi, alur, dan tokoh sehingga bisa menjadi kisah yang enak untuk dibaca. dan Pulangnya Leila S. Chudori bukan cuma sekedar "enak" ;)
***


tebak-tebakann

Jadi, mari kita ulang lagi riddle dari Secret Santa saya:

jangan cari petunjuk ini di google karena Santa buat sendiri
Santa suka baca berbagai jenis genre buku
Buku favorit Santa ada di Goodreads tapi tidak ada di blog
Makhluk mitologi favorit Santa adalah peri, tapi Santa bukan peri hutan
Santa bukan....(duh aku lupa. tapi intinya bukan penggila fantasi. ya toh?)
TBT & THG adalah favorit Santa

Dear, my secret santa. tahu apa yang saya lakukan?
saya telusuri satu-satu semua peserta di note  Secret Santa 2013
lalu....mencari siapapun yang memiliki TBT dan THG sekaligus di list favoritnya

betewe sebenarnya saya agak ngga ngeh TBT dan THG itu apa. Kurang gaul ya :(
bermodalkan intuisi, semoga aja TBT itu The Book Thief dan THG itu The Hunger Games 
(Aamiin ya Allah...)
dan terdapat beberapa kandidat, xoxo
(iya. kak Sulis langsung dicoretlah pasti. SSnya bilang dia bukan peri hutan :) )
namun setelah melakukan penelitian mendalam...
Pilihan saya jatuh kepada....
*jeng jeng jeng*

Ndari


kenapa? karena Ndari satu-satunya yang punya TBT dan THG di list favoritnya (yang disamarkan dalam shelf always-on-my-mind), tapi tak ada TBT dan THG di blognya.


semoga benar yak.

(dan maafkan saya yang menulis postingan ini seadanya. Udah mepet deadline, riddlenya ga lengkap pula. Riddlenya tertinggal di rumah sedang saya masih di sini, di perantauan.)


Jumat, 14 Februari 2014

The Fault In Our Stars

"het mooie paar is mooi!"


Judul: The Fault in Our Stars (Salahkan Bintang-Bintang)
Pengarang: John Green
Penerbit: Qanita (Mizan)
Tahun Terbit: Desember 2012



"Aku didiagnosis kanker tiroid Stadium IV ketika berusia tiga belas tahun. (Tidak kukatakan kalau diagnosis itu muncul tiga bulan setelah menstruasi pertamaku. Seakan: Selamat! Kau seorang perempuan. Sekarang matilah)."

Rabu, 22 Januari 2014

Rantau 1 Muara

bertualanglah sejauh mata memandang
mengayuhlah sejauh lautan terbentang
bergurulah sejauh alam terbentang




Judul: Rantau 1 Muara
Pengarang: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Mei 2013

Bertemu lagi dengan Alif
Bukan lagi Alif kecil semasa nyantri di Pondok Madani, atau Alif pemuda tanggung yang bersusah payah bergelut dengan hidup selama ia menyelesaikan studinya di Unpad. Alif kini memasuki episode kehidupan selanjutnya: meniti karir.
Lulus kuliah dengan nilai terbaik. Separuh dunia ia kelilingi. Berprestasi dalam dunia tulis menulis yang ia tekuni. Alif merasa di atas angin.

Apa yang aku impikan akhirnya selalu tercapai, bisiknya bangga.
Terdengar sombong ya?
Mungkin sekali-sekali tidak apa,apalagi kalau kenyataannya memang begitu.

Kesombongan yang segera ia sesali. Alif tersadar, ia lulus kuliah saat Indonesia memasuki era reformasi. Krisis moneter merebak, lowongan kerja langka, biaya produksi tinggi, jatah rubrik yang biasa diisi Alif dipangkas. Lamaran demi lamaran pekerjaan belum kunjung ditanggapi positif, terpaksa pula membuat kredit. Begitulah, Alif harus jungkir balik mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pada saat ia merasa paling terpuruk, Alif malah bertemu dengan orang yang paling ia tidak harapkan: Randai dan Raisa. Randai, meskipun sahabat dari semasa kecil, ia juga saingan Alif nomor satu. Dan Raisa...cinta yang bertepuk sebelah tangan, kini milik Randai. Duh, siapa yang tak kuasa menahan malu? Bisa diduga, Randai tak akan sedikitpun memberikan pernyataan simpati. Malah tantangan yang ia lontarkan untuk Alif.
“Ingatlah baik-baik. Wa’ang ini sudah ketinggalan beberapa langkah dari aden. Yakin bisa mengejar?” pancing Randai, memancing Alif untuk menjawab tantangannya.
(dalam hati: Randai ini minta dikeplak ya kayaknya.) Biarpun Randai menyebalkan, sepertinya ia memang khusus didesain untuk melecut semangat kompetisi dalam diri Alif :D. Pada titik terpuruknya, Alif dibuatnya berikrar untuk melampauinya soal pekerjaan dan kuliah S-2.

Rabu, 15 Januari 2014

Primadona

Opera kehidoepan
Segala jang dipoenja
Boekan milik kita
Bahkan toeboeh dan djiwa
Tjoema pindjaman belaka
Harus rela djika diminta


 Judul: Primadona
Pengarang: N. Riantiarno
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Maret 2006

Tenang. Sisanya akan dituliskan dalam Ejaan yang Disempurnakan :D

Di Batavia, pada suatu masa, dua perempuan bersaing menjadi primadona.
Inilah kisah Kedjora, gadis dusun yang namanya naik secara tak terduga.
Ini juga kisah Miss Ketjoeboeng, primadona yang mulai luntur ketenarannya.
Dengan segala cara, Miss Ketjoeboeng berusaha menghadang langkah Kedjora yang semakin mantap menjadi seorang bintang baru.
Kedjora pun menjadi rebutan dua grup opera yang terkenal pada masa itu. Tanpa ia sadari, semakin jauh ia masuk ke dalam intrik dan skandal terselubung di tengah tepuk tangan serta decak kagum para penggemarnya.
HANJA ADA SATOE PRIMADONA
NJANG LAEN TJOEMA EMBEL-EMBEL SADJA!

Minggu, 08 Desember 2013

Bad Romance

Emang aku ngga pantes apa punya pacar? Apa alasannya coba?

Apa gara-gara namaku?
Haaaah, aku kadang benci punya nama ini

Judul Buku: Bad Romance--Aku memilih menjadi jomblo (lagi)!
Pengarang: E. Zazi
Penerbit: Stiletto
Tahun terbit: 2013

Adithya Putra Ramdhani adalah remaja SMA yang tomboi. Ya, dia perempuan, bahkan cukup manis sebenarnya. Dia sangat membenci namanya. Dia yakin namanya ini sangat berpengaruh pada perilaku, kehidupan, dan juga problematika cintanya.

Adithya sangat ingin memiliki pacar karena dia sudah bosan dengan kehidupannya yang selalu disamakan dengan laki-laki. Dia ingin membuktikan kepada teman-temannya, juga kakak-kakaknya, kalau dia adalah perempuan tulen yang pantas mendapatkan pasangan.

Hopla! Dia melakukan berbagai cara jitu untuk tebar pesona. Betapa bahagianya ketika usaha-usahanya mulai menampakkan hasil, dia bahkan menjadi rebutan dua orang cowok sekaligus! Namun, sayang sekali ternyata dia harus mengakhiri semuanya karena....

Karena apaaa???
***
Pengen punya pacar sampai segitu desperatenya. Like, seriously?
Yaaa...itulah yang terjadi pada sobat kita Adit. Gak percaya? Belum apa-apa dia udah tjurhat sama kita para pembaca:

"Aku tahu dengan pasti, sepasti-pastinya, kalau aku emang jomblo, sejomblo-jomblonya.
Kenapa aku bilang gitu?
Karena aku memang tidak punya pacar dan tidak punya seseorang yang sedang dekat atau mendekatiku. Aku memang jomblo, dan itu sudah cukup membuatku menangis darah setiap hari."

Kurang desperate apa coba si Adit ini? Sampai-sampai sepanjang cerita juga dia kebanyakan melamun, beneran. Saya sampai ternganga-nganga baca pikirannya Adit yang melanglang buana kemana-mana. Sampai terbawa angkutan umum entah kemana juga. Adit ini sepertinya sudah terhipnotis kejombloannya sendiri :(.

Gara-gara ditinggal Ratri sendirian di acara Valentine party, si Adit ini nggak tahan lagi dengan status jomblonya. Serta merta dia menumpahkan unek-uneknya pada Jepi, sobatnya. Setelah melihat betapa desperatenya Adit, Jepi pun luluh. Dia merelakan dirinya menjadi tutor Adit biar Adit dapet cowok.

Masalahnya menurut saya adalah (pembaca suka ikut campur), Jepi juga jomblo! Akhirnya mereka terlibat proyek "membuat Adit menjadi cewek pintar biar dilirik sama cowok yang pintar juga". Filosofinya Jepi gitu. Kalo kamu bukan cewek sembarangan, yang deketin kamu juga pasti bukan sembarang orang.

"Iya sih, tapi ya nggak gitu juga kaliii"--batin saya sambil tepok jidat.

Setelah beberapa saat Jepi jatuh bangun ngajarin Adit, hasilnya pelan-pelan mulai kelihatan. Adit sekarang jadi rajin! nilai ulangannya membaik! Tapi apakah strategi Jepi berhasil? Yah, ternyata cuma sebatas mengundang tatapan heran dari temen sekelas Adit doang karena Adit tiba-tiba jadi rajin.

Begitulah, proyek-proyek selanjutnya dikerjakan Adit dan Jepi dengan penuh semangat. Saking semangatnya, Jepi jadi kecapekan dan ambruk sakit (segitu niatnya ya Jepi. Jepi perhatian banget ama Adit. Kenapa ga jadian aja sih?--pembaca suka ikut campur part 2)

Merasa bersalah, Adit mencoba tidak bertumpu terlalu banyak pada Jepi. Pucuk dicinta ulam tiba, saat yang sama Adit dikenalin sama Lidia, cewek terpopuler (di antara cowok) di sekolahnya. Pergaulannya dengan Lidia mengantarkan Adit satu langkah lebih dekat pada misinya. Adit dikenalin sama cowok sekolahan lain. 

Seneng dong Adit, iya, seneng. Kenalan via SMS, ketemuan, mulai ngedate. Serasa melayang-layang ke udara si Adit.
Tapi semua berubah ketika negara api menyerang, eh, si cowok mulai menampakkan sifat aslinya....
ternyata dia.....

-boleh disambungin ke bukunya langsung, hihi-

***
Menurut saya, E. Zazi pasti menulis sesuai dengan keadaan banget deh. Saya pikir, dari karakter dan alur, sepertinya umum terjadi pada teens di kota Majalengka, latar yang diceritakan di buku ini. Kalau Jakarta....nggg....saya ragu. lingkungannya jauh berbeda. Tapitapitapi....menurut saya pribadi, setting SMA terlalu dewasa untuk tokoh-tokoh yang punya jalan pikiran seperti ini. Emosi Adit masih labil banget. Kalau SMP bisa kali ya. Bahkan untuk seorang Lidia, saat saya SMP saja (berapa tahun yang lalu tuh), anak SMP ada aja yang seperti dia. Zaman sekarang perkembangan anak lebih cepat *tiba-tiba merasa tua.
Masih ada typo disana-sini (misal, sikanya hal. 88, of coure hal. 185). Teruus untuk kemunculan sosok pengagum rahasia, sepertinya ada sesuatu yang hilang dari buku ini. Saya bingung dengan kemunculan kalimat:

"Oh, my God! Pantesan aja Kak Arya selalu ada di mana-mana ngintilin aku!"

Like, seriously? Kayaknya Arya ini baru muncul dua kali, include pas kenalan ama Adit. Kok udah dibilang ngintilin....

Satu hal yang fatal juga menurut saya....
Adit, tidak sadarkah kamu. Kamu bilang lelaki-lelaki itu alay padahal kamu juga...a...lay :(


Tetep semangat mbak Zazi! Kalau boleh saran, mbak Zazi coba eksplore kehidupan di berbagai kota lain, mungkin akan menemukan banyak hal baru yang siapa tahu menarik untuk bahan novel selanjutnya. Sukses :)

2,5 of 5.


Minggu, 01 Desember 2013

Wonder

"Namaku August. 
Aku tidak akan menggambarkan seperti apa tampangku.
 Apa pun yang kaubayangkan, mungkin keadaannya lebih buruk."

Judul: Wonder
Pengarang: R. J. Palacio
Penerbit: Atria
Tahun Terbit: 2012
Dinarasikan dari sudut pandang:
August/Via/Summer/Jack/Justin/Miranda

"Mata August sekitar satu inci lebih rendah dari yang seharusnya, nyaris mencapai pipinya...Hidungnya terlalu besar untuk wajahnya, dan agak lembek...August tidak memiliki tulang pipi. Ada kerutan yang memanjang dari kedua sisi hidung ke mulutnya, sehingga membuatnya terlihat seperti lilin... Gigi atas August benar-benar menutupi gigi bawahnya, dan August memiliki tulang rahang yang sangat kecil. Dagunya sangat kecil. Saat masih sangat kecil, sebelum sebelum sepotong tulang pinggulnya ditanam ke dalam rahang bawahnya, August sama sekali tidak punya dagu. Lidah August menggantung begitu saja dari dalam mulutnya, karena di bawahnya tak ada apapun yang menahannya. Syukurlah, sekarang sudah lebih baik...."

Ini tentang seorang anak dengan sindrom Mandibulofacial Dysostosis (kau dapat menebak yang mana jika memperhatikan tagline di atas), sebagai pusat tata surya; dengan planet-planet lain yang mengelilinginya.

"Seandainya aku menemukan sebuah lampu ajaib dan mendapatkan sebuah permohonan, aku akan memohon agar aku memiliki wajah normal yang tidak akan pernah diperhatikan siapapun. Aku akan memohon agar aku bisa berjalan di tempat umum tanpa ada yang melihatku lalu memalingkan wajahnya..."

August Pullman atau kau bisa memanggilnya Auggie, bahagia dengan hidupnya dikelilingi oleh Mom, Dad, dan kakaknya Via. Namun saat ia memasuki kelas lima, Mom memutuskan untuk mengirimnya ke Beecher Prep alih-alih melanjutkan home schoolingnya. Melihat--dan dilihat--orang-orang yang sebelumnya tak dikenal membuat Auggie gugup.


"Bahkan dengan wajah normal pun, menjadi anak baru adalah sesuatu yang sulit. Bayangkan kalau kau memiliki wajah seperti August?" Summer, 165.

Sabtu, 24 Agustus 2013

The Tokyo Zodiac Murders

Selang 40 tahun berlalu, namun belum ada seorangpun yang mampu memecahkan kasusnya...

...sementara sang pembunuh terus menanti untuk ditemukan.

Judul Buku: The Tokyo Zodiac Murders
Pengarang: Soji Shimada
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2012

Senin, 12 Agustus 2013

Infinitely Yours

Jingga
Gadis hiperaktif. Usia 25 kelakuan 16 tahun. Ikut tour ke Korea (lagi) karena ingin bertemu dengan pangeran kuda putihnya yang tak lain tour guidenya tahun lalu, Yun Jae.

Rayan
Narayan Sadewa. Eksmud serius dan rapi. Bergegas ke Seoul mencari gadis yang secara sepihak memutuskan hubungan 10 tahun setelah LDR Jakarta-Seoul. Terjebak di tour karena seorang oknum. Yah, itu temannya sendiri. Sebut saja Alif, nama sebenarnya.

Ini cerita tentang Jingga dan Rayan. Dengan dua sifat yang saling berseberangan. Dipertemukan takdirkah?

Judul Buku: Infinitely Yours
Pengarang: Orizuka
Penerbit: Gagas Media
Tahun terbit: 2011
Orang bilang, pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi, bagaimana caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya? Apakah Tuhan campur tangan di dalamnya?Kita bukanlah dua garis yang tak sengaja bertabrakan. Sekeras apa pun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri—dan menjauhkan hati—pada akhirnya akan bertemu kembali.Kau tak percaya takdir, aku pun tidak. Karenanya, hanya ada satu cara untuk membuktikannya....Kau, aku, dan perjalanan ini.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Please Look After Mom



"Setelah dia hilang, barulah keberadaanya terasa begitu nyata, 
seolah-olah kau tinggal mengulurkan tangan untuk menyentuhnya."

You will never think of your mother the same way again after you read this book.

Judul: Please Look After Mom
Pengarang: Kyung Sook Shin
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Ibu hilang.
Ia tertinggal di Stasiun Kereta Bawah Tanah Seoul. Saat itu Ayah dan Ibu datang dari Chongup, bermaksud melihat rumah baru anaknya yang ketiga. Saat berkunjung, biasanya anak-anaknyalah yang akan menjemput. Namun saat itu tak ada yang bisa menjemput mereka.
Ayah bilang mereka tak usah dijemput, menyanggupi mendatangi sendiri ke rumah anaknya. Namun saat kereta berjalan, ternyata hanya Ayah yang naik. Ibu tertinggal di stasiun bawah tanah.

Seminggu, dua minggu, sebulan...

Ibu tak kunjung ditemukan. Sulit mencari ibu, karena kami, suami dan anak-anaknya tahu ia tak dapat kemana-mana sendiri di kota ini, di Seoul. Semua saling menyalahkan, juga menyesali diri sendiri. Saat ibu ada, kehadirannya seringkali tak terasa. Seringkali terlupakan, terabaikan. Namun saat ia hilang, seluruh memori tentangnya membuncah. Kenangan-kenangan sendu terus mendera silih berganti. Kebaikan dan pengorbanan-pengorbanannya yang belum terbalaskan. 

"Setelah dia hilang, barulah keberadaanya terasa begitu nyata, seolah-olah kau tinggal mengulurkan tangan untuk menyentuhnya"

Please Look After Mom.

Minggu, 28 Juli 2013

Negeri di Ujung Tanduk

Judul Buku: Negeri di Ujung Tanduk
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013



"Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi.

Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Tapi di Negeri di Ujung Tanduk setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan."

Minggu, 16 Juni 2013

Sakinah Bersamamu


Judul Buku: Sakinah Bersamamu: Belajar Lebih Bijak Berumah Tangga melalui Cerita
Pengarang: Asma Nadia (juga memuat karya Galuh Chrysanti)
Penerbit: Asma Nadia Publishing House
Tahun Terbit: 2010

Sabtu, 06 April 2013

Anna Karenina

Judul buku: Anna Karenina
Pengarang: Leo Tolstoy
Penerbit: Gradien Mediatama
Tahun terbit: 2013


Happy families are all alike;
Every unhappy family is unhappy in its own way
-Leo Tolstoy-

Ini kisah tentang seorang wanita yang bersedia mempertaruhkan segalanya demi cinta.

Ketika Anna Karenina memutuskan untuk menerima cinta Vronsky, seluruh Rusia mengutuki mereka berdua. Kehormatan, kemunafikan, pengkhianatan, ketulusan, dan pengampunan mewarnai perjalanan Anna dalam berjuang untuk meraih kebahagiaannya.
Saat Anna mempertanyakan makna pernikahan, perubahan yang tak terelakkan juga menghampiri orang-orang yang berada di sekelilingnya. Perjalanannya dalam mengarungi dan memaknai esensi cinta, membuka banyak hati dan mengajari mereka kekuatan cinta sejati yang sesungguhnya.
Dalam dunia yang didominasi pria, seorang wanita dengan seluruh keberanian yang bisa dihimpunnya, mencoba memilih untuk menuruti kata hatinya.

Sabtu, 16 Februari 2013

Penjaga Batu (Ulysses Moore #5)

Judul: Penjaga Batu (Ulysses Moore #5)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Sarah Pakpahan
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2012

Rabu, 23 Januari 2013

Pulau Topeng (Ulysses Moore #4)


Judul: Pulau Topeng (Ulysses Moore #4)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2010

Rabu, 16 Januari 2013

Rumah Cermin (Ulysses Moore#3)


Judul: Rumah Cermin (Ulysses Moore #3)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2009

Rabu, 09 Januari 2013

Peta yang Hilang (Ulysses Moore #2)

Judul: Peta yang Hilang (Ulysses Moore #2)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2008

Rabu, 02 Januari 2013

Pintu Waktu (Ulysses Moore #1)

Judul: Pintu Waktu (Ulysses Moore #1)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Sarah Pakpahan
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2006

Minggu, 30 Desember 2012

The Three Musketeers (Trio Musketri)


Judul: Trio Musketri (The Three Musketeers)
Pengarang: Aleandre Dumas
 Alih Bahasa: Hera Diani
Penerbit: Serambi
Tahun Terbit: 2010

Mengambil latar Eropa pada abad pertengahan, zaman Louis XIII berkuasa, the three musketeers dikisahkan. Mereka adalah tiga musketri yang tidak terpisahkan satu sama lain, Athos, Porthos, dan Aramis.
 
Tapi tunggu, kisah ini tidak berpusat pada ketiga musketri ini. Tokoh utama pada kisah ini adalah.... *terereeett....dum dum dum* (sound effect ceritanya) D'Artagnan, pemuda asal Gascon yang bersemangat untuk mengabdikan diri pada Raja mengikuti pesan ayahnya untuk menjadi seorang musketri. Pimpinan musketri, Monsieur de Treville adalah kenalan baik ayahnya, dan menjadi contoh teladan dari Gascon. Oleh ayahnya, D'Artagnan dibekali surat pengantar untuk de Treville. Namun sayangnya, surat tersebut dicuri di tengah jalan.
 
Hilangnya surat itu tentu saja membuat D'Artagnan mengamuk. Apalagi ia sempat mengenali rupa pria yang mencuri suratnya itu. Namun apa yang ia dapat perbuat? Ia terlanjur kehilangan jejak pria itu. Akhirnya, dengan tangan kosong ia melanjutkan perjalanan dengan gagah berani. *hasek
 
Pertemuan perdananya dengan de Treville tidak sesuai harapan. Belum-belum ia membuat masalah berturut-turut dengan Athos, Porthos, dan Aramis secara beruntun. Akibatnya, ia mendapat tantangan duel dari ketiganya. Namun, sesuatu terjadi dalam duel itu dan mereka malah berujung pada bergabungnya D'Artagnan dengan ketiga musketri tersebut. Bersama-sama mereka terlibat dalam petualangan yang penuh dengan intrik mengenai cinta, persahabatan, dan kekuasaan.
***
Euhm, saya tidak suka penerjemahan judul dari The Three Musketeers menjadi Trio Musketri ini. Jadinya kurang keren gitu...The Three Musketeers ini kisah yang sudah lama saya dengar, termasuk keunikan judulnya, tetapi saya baru berkesempatan membacanya sekarang. Beruntung saya mendapatkan buku ini di Book Fair Senayan dengan harga 13.000 rupiah saja, hihi. Moreover, the translation turneed out so well for me. Sayangnya saya kurang sreg sama covernya :S. Lima bintang untuk buku ini, Empat bintang plus satu bintang khusus untuk intrik-intriknya yang keren.