Tampilkan postingan dengan label fantasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fantasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2013

Pulau Topeng (Ulysses Moore #4)


Judul: Pulau Topeng (Ulysses Moore #4)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2010

Rabu, 16 Januari 2013

Rumah Cermin (Ulysses Moore#3)


Judul: Rumah Cermin (Ulysses Moore #3)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2009

Rabu, 09 Januari 2013

Peta yang Hilang (Ulysses Moore #2)

Judul: Peta yang Hilang (Ulysses Moore #2)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2008

Rabu, 02 Januari 2013

Pintu Waktu (Ulysses Moore #1)

Judul: Pintu Waktu (Ulysses Moore #1)
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Alih bahasa: Sarah Pakpahan
Penerbit: Erlangga for Kids
Tahun Terbit: 2006

Senin, 29 Oktober 2012

The Land of Elyon: Lembah Berduri

Judul Buku: The Land of Elyon: Lembah Berduri
Pengarang: Patrick Carman
Penerbit: Little K
Tahun Terbit: 2006

Bertemu kembali denganku, Alexa :)
Setahun setelah Warvold meninggal dan pemberontakan para narapidana yang terbuang, keadaan Bridewell aman terkendali. Aku juga terkendali.

Maksudku, tembok-tembok telah diruntuhkan, jadi tak ada lagi rasa penasaran dalam diriku untuk melihat ada apa di luar sana. Lagipula, hey, aku kan sudah pernah menjelajah juga disana. Kunci yang kuperoleh dari Warvold untuk membuka pintu tersembunyi yang ada di perpustakaan telah kuserahkan pada ayahku.  Tak ada lagi celah untukku mencuri-curi kesempatan pergi menyusup lagi seperti dulu.

Setidaknya sampai aku mendengar suara dari balik pintu tersembunyi itu.

Tok, tok, tok.
***
Alexa,
Ada sebuah gua rahasia di Bukit-Bukit Kelam. Di dalam gua ini ada sesuatu yang harus kau ambil. Sesuatu yang sangat penting dan sangat istimewa. Hanya untukmu seorang, Alexa. Dan kau harus bisa menemukannya. Ini adalah perjalanan rahasia.
Pergilah sekarang!

Warvold

Ini surat yang kuterima dari Yipes, yang ternyata berada di balik pintu itu. Karena surat inilah, aku kembali lagi ke luar sana. Terjerumus lagi dalam petualangan, dan kali ini berkali-kali lebih menegangkan! 
Karena menemukan hal yang dimaksud Warvold hanyalah permulaan. Ada tugas yang jauh lebih besar menanti: menjadi kunci dari penuntasan konspirasi besar yang terjadi di Negeri Elyon.
***
Buku ini, ternyata, lebih seru daripada buku pertama. Khas anak-anak, ngga ada twist dalam konflik, lurus dan datar. Jadi jangan salahkan kalau pembaca seumur saya bilang buku ini kurang menarik karena datar. Coba berikan buku ini pada anak seusia SD, pasti tanggapannya lain, hehe. Dua bintang bagi (pembaca seumuran) saya.

Minggu, 28 Oktober 2012

The Land of Elyon: Bukit-Bukit Kelam

Judul Buku: The Land of Elyon-Bukit-Bukit Kelam
Pengarang: Patrick Carman
Penerbit: Little K
Tahun Terbit: 2006

Sebelum membangun tembok,
aku bertanya untuk tahu
Apa yang akan terkurung di dalam dan di luar,
Dan siapa yang akan tersinggung.
Ada sesuatu yang tidak menyukai tembok,
Yang ingin tembok itu runtuh.

"Mending Wall"--Robert Frost


"Tertawa saja sepuasmu! Tapi, asal kau tahu saja, membangun lebih tinggi adalah gagasan yang berbahaya. Kita akan terkespos pada dunia luar. Posisi kita nanti jadi rapuh." kata Pervis, menentang pembangunan lebih dari satu tingkat. " Dan begitu orang-orang mulai melewatkan waktu luang dengan mencari hal-hal aneh di luar tembok, akna timbul masalah yang lebiih besar. Jika masyarakat dibuat penasaran, itu sama saja dengan meletakkan Bridewell di atas tong mesiu."

"Aku menghabiskan masa mudaku membangun tembok ini untuk melindungi kita semua dari bahaya di luar. Sekarang, kadang aku bertanya-tanya, apakah aku malah mengurung bahaya itu di dalam tembok." ujar Warvold, pada detik-detik terakhirnya.
***
Hai! bertemu denganku, Alexa Daley. Usiaku 12 tahun, dan jangan coba meragukan kelincahanku meski aku kecil. Kata musuh besarku, Pervis Kotcher, aku bandel. Kata yang lain, aku ini pemberani! Padahal, sebetulnya rasa penasaranku saja yang terlalu besar. Aku tinggal di Lathbury, namun sering ikut dengan ayahku, walikota Lathbury untuk membicarakan masalah kenegaraan dengan Warvold dan Ganesh di Bridewell. 
Seperti sekarang, liburan musim panas kuhabiskan di Bridewell dengan tenang dan menyenangkan. Yah..seharusnya begitu. Namun semuanya berubah menjadi tegang dan petualangan, semenjak Warvold wafat dan misteri-misteri mulai terkuak...

Ada lorong yang menghubungkan Bridewell dengan dunia luar.
Ada kurcaci yang hidup di luar! Serigala, tupai, beruang yang bisa berbicara!
Uh oh. Ada yang lebih mengagetkan lagi, dan gawat...
kenapa orang-orang ber-cap N, N untuk narapidana..ternyata masih berkeliaran? Apa maksud perkataanmereka bahwa waktunya sebentar lagi akan tiba?
dan yang paling gawat..
Ternyata ada mata-mata yang mengkhianati kami. Lalu, siapa yang membawa misi menemukan mata-mata itu? Aku? Hei, yang benar saja! Aku kan masih anak-anak!

Apa yang harus kulakukan sekarang, di saat tak ada seorangpun di kota yang dapat kupercayai? Apa yang dapat kulakukan seorang diri?
***
Hemm...tema dan alur yang cukup seru bagi kisah anak-anak. Sayang disayang, terjemahannya kurang smooth sehingga kesannya buku ini bertele-tele dalam mendeskripsikan detail. Sayang ya...jadilah dua bintang saja untuk buku ini.

Senin, 01 Oktober 2012

Sunset Bersama Rosie




Judul: Sunset bersama Rosie
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: Mahaka Publishing
Tahun Terbit: 2011

Selamat Pagi.
Aku tahu, saat membaca cerita ini, di tempat kalian mungkin sedang siang, sore, atau boleh jadi malah malam hari. Di tempatku ketika memulai cerita ini juga sebenarnya sedang senja, pukul 17:00. Matahari tengah beranjak tenggelam di kaki cakrawala, sayangnya tak nampak keindahannya karena terhalang gedung-gedung tinggi. Hanya semburat kemerahan yang berpadu dengan cokelatnya langit kota terlihat memantul dari kaca-kaca raksasa, lempengan logam, dan tiang beton pencakar langit.
Selamat Pagi.
Bagiku waktu selalu pagi. Di antara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh Di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan telah terlewati lagi; malam-malam yang panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, Dan helaan nafas tertahan.
Namaku Tegar Karang. Sukses berkarir di perusahaan sekuritas ternama, memiliki calon tunangan yang cantik, dan berdamai dengan masa laluku yang pahit: cinta pertamaku selama dua puluh tahun, Rosie, menikah dengan sahabat terbaikku, Nathan. Ya, aku telah berdamai, maka kenangan itu tidak lagi pahit rasanya. Kini aku dekat dengan mereka, menjadi Om terhebat, terkeren, tersuper bagi keempat kuntum bunga mereka: Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili.
Setiap tahunpun, aku diajak mereka turut merayakan ulang tahun perkawinan mereka. Seperti kini. Sehari sebelum hari pertunangan aku dan Sekar. Sungguh kehidupan yang sempurna, bukan?
Ya, sebelum bom itu meledak, meluluh-lantakkan semua, memutar balikkan semuanya...


***

Kali pertama saya melihat buku ini, mengundang kegalauan karena saya harus memilih antara buku ini dengan Rembulan Tenggelam Di Wajahmu. Setelah mematung hampir tiga puluh menit menimbang-nimbang, akhirnya saya putuskan untuk membeli RTDW. Yah, ternyata saya tidak terlalu puas karena 'terlalu jauh'. Rasa tidak puas ini yang kemudian terobati setelah membaca buku ini. 
Sunset bersama Rosie. Mengajarkan kita akan penerimaan, tentang keikhlasan akan hilangnya kesempatan. Khasnya Tere Liye, kita juga akan menemukan rangkaian kata-kata bermakna dalam buku ini.Tapiii, kalau tidak dicermati secara cerdas, mungkin juga akan menyebabkan timbulnya harapan palsu akan pengorbanan yang berlebihan :p 
Seperti tokoh Tegar. Ia yang melakukan pengorbanan yang sungguh besar untuk Rosie dan anak-anaknya, pada akhirnya ia mendapatkan cinta Rosie. Di sisi lain, pengorbanan Sekar tidak kalah bukan? Tapi kenapaa dia nasibnya malang sekali. Sedang Rosie? Tere Liye kurang melukiskan powernya Rosie hingga Rosie gagal mendapatkan simpati saya sebagai pembaca. Saya gemes sama Rosie. Dia seperti tidak punya pendirian antara Nathan dengan Tegar. Masa dua-duanya dia cintai dalam waktu bersamaan (terlihat dari keputusannya untuk menunda pernikahan selama enam bulan setelah tahu Tegar mencintainya. Juga ia begitu terpengaruh secara psikis saat Tegar tak sengaja menyatakan perasaan di masa lalunya saat Rosie depresi):(
Di sisi lain, anak-anak Rosie justru terlihat lebih dewasa daripada ibunya sendiri. Anak-anak 'tua', begitu sebuatan beberapa teman. Sakura yang begitu tegar menerima kenyataan bahwa salahsatu jarinya tidak dapat digerakkan, Lili si bungsu tiga tahun tapi mampu merengek dengan kata-kata yang 'wah' di penghujung cerita. Beberapa sisi yang unbalanced ini sangat disayangkan :( 
Yah tapi tetap saja sebuah kisah yang indah. Karya Tere Liye selalu sarat dengan pemahaman terhadap hidup, itu yang menjadikan karyanya bernilai. Empat bintang untuk feeling yang saya rasakan sewaktu membaca buku ini.

Kamis, 16 Februari 2012

Ptolemy's Gate: The Bartimaeus Trilogy



Judul: Ptolemy’s Gate
Pengarang: Jonathan Stroud
Dialih-bahasakan oleh Poppy Damayanti C.
Tahun Terbit: Maret 2010 (Cetakan Ketiga)

Epic.

***
Dua ribu tahun telah berlalu sejak jin Bartimaeus berada di puncak kejayaan—tak terkalahkan dalam pertempuran dan berteman dengan sang empu penyihir, Ptoelemy. Sekarang, karena ia terperangkap di Bumi dan diperlakukan seenaknya oleh masternya, Nathaniel, energy Bartimaeus memudar dengan cepat.

Ya, saking sedikitnya tenaga yang tersisa, Bartimaeus berkali-kali sekarat K. Shame on you, Nath—um, Mandrake!

Sementara itu, di dunia bawah tanah London, Kitty Jones yang buron diam-diam melakukan riset tentang sihir dan demon.

Ya, percakapannya dengan Bartimaeus saat masih menjadi tawanan Mandrake, membuatnya sangat penasaran. Ia harus mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benaknya sejak saat itu, bagaimanapun caranya. Maka dengan identitas baru, ia menyamar menjadi Lizzie, seorang commoner yang memiliki ketertarikan besar kepada dunia sihir dan bekerja pada penyihir cacat, Mr. Button. Sambil membantu Mr. Button--meminjam literatur-literatur sihir, menggambar pentacle untuk pemanggilan, membersihkan ruangan--ia banyak mengorek informasi dari Mr. Button dan buku-buku yang ada di rumah Mr. Button. Setelah memakan waktu yang agak lama, Kitty menemukan sesuatu yang dianggap mitos di dunia sihir: Gerbang Ptolemy, yang ajaibnya, terkait dengan Bartimaeus.

Semua mencapai puncaknya ketika Bartimaeus, Nathaniel, dan Kitty harus membongkar konspirasi mengerikan yang melibatkan para penyihir dan jin berkekuatan dahsyat, serta menghadapi ancaman paling berbahaya sepanjang sejarah ilmu sihir.

Eksperimen Makepeace yang aneh. Mr. Hopkins yang ternyata mencurigakan. Penyerangan ke Amerika yang hasilnya tak sesuai harapan. Keamanan dalam negeri yang makin rapuh. Pemerintah yang makin tak dipercaya. Aliansi Commoner semakin gencar membahas pemberontakan. Pemberontakan terselubung untuk menggulingkan pemerintah. Semua tak terkendali. Kekacauan terjadi dimana-mana. Saat kekuasaan diambil alih dari tangan penyihir—ternyata tak membawa kesejahteraan pada commoners. Bahkan, sebaliknya. Bagaimana mereka bertiga menyelesaikan semuanya?
***

  
Hmm ya, bisa komentar apalagi saya? Rasanya benar-benar puas mengikuti trilogy ini sampai akhir. Ending yang tak biasa. Luar biasa.
Kalau ada yang merasa agak bosan dengan detail-detail di buku pertama, atau agak pusing dengan buku kedua (kalau saya ngga ngerasain sih, hehe), buku ketiga ini mampu menutup rasa kurang puas yang ada. Selayaknya trilogy, ketiga buku merupakan kesatuan cerita yang utuh. Pengarangnya meletakkan detail-detail remeh pada buku pertama dan kedua untuk dijadikan unsur pembangun buku ketiga ini. Oleh karenanya, buku penutup ini menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan dalam benak kita saat membaca kedua buku sebelumnya.

Dalam buku ini, pengarang juga menambahkan potongan kenangan Bartimaeus di Alexandria, 125 SM. Perjalanan dirinya saat mengabdi pada Ptolemy (dan tentunya ini memang bagian yang penting). Dari bagian ini, kita akan mengetahui lebih jauh tentang Bartimaeus dengan masternya, Ptolemy. Bagaimana hubungan mereka, bagaimana ditemukannya suatu gerbang yang kini disebut gerbang Ptolemy, bagaimana bisa Ptolemy menjadi satu-satunya master yang mendapatkan penghormatan Bartimaeus, hingga kini.

Lebih banyak kejutan tak terduga dalam buku ini. Bartimaeus, tetap sarkas dan menghibur seperti biasa. Narsisnya lebih terlihat dibanding buku sebelumnya. Mandrake, akhirnya seperti abg lain, merasakan juga yang namanya cinta (hm, pada siapakah? Farrar? atau Kitty?). Ada juga tokoh dari buku lalu yang kukira--Bartimaeus juga mengiranya--telah mati. 

Satu hal yang penting, trilogi ini sangat tidak disarankan untuk dibaca secara acak. Nanti malah pusing dan ngga dapet feel-nya. 

Lima bintang untuk buku ini :).

Senin, 13 Februari 2012

The Golem's Eye: The Bartimaeus Trilogy

Judul: The Golem's Eye
Pengarang: Jonathan Stroud
dialih-bahasakan oleh Poppy Damayanti C.
Penerbit: Gramedia
Tahun Terbit: Maret 2010 (Cetakan Keempat)

Sabtu, 11 Februari 2012

The Amulet of Samarkand: The Bartimaeus Trilogy

Judul: The Amulet of Samarkand
Pengarang: Jonathan Stroud
dialih-bahasakan oleh Poppy Damayanti C.
Penerbit: Gramedia
Tahun Terbit: Maret 2010 (Cetakan kelima)

Bukan. Ini adalah dunia yang samasekali lain dari Harry Potter.