Senin, 09 Juli 2012

Judul: The Invention of Hugo Cabret
Pengarang: Brian Selznick
Alih Bahasa: Marcalais Fransisca
Tahun Terbit: 2012

Tak ada seorangpun warga kota yang sadar akan Hugo. Kehadirannya bagaikan hantu. Menyelusup dan mengamati kehidupan dari sudut kota yang tak terjamah. Hugo menyelinap dari satu bilik ke bilik lain, menyusuri lorong tak terlihat, dan mengendap-endap di bawah temaram lampu stasiun kota. Mencuri demi menyambung hidupnya, karena ia tak boleh disadari kehadirannya. Jika kehadirannya saja tak disadari, tentu tak ada yang sadar pula bahwa Hugo menyimpan sebuah rahasia besar warisan mendiang ayahnya, satu-satunya yang ia miliki setelah seluruh keluarga meninggalkannya. 

 Begitulah kehidupan Hugo, hingga suatu ketika rahasianya terancam terkuak oleh sang kakek pemilik toko mainan saat tertangkap basah sedang mencuri mainan. Anehnya, sang kakek seakan terhubung dengan rahasia tersebut dan berusaha memusnahkan rahasia tersebut. Apa hubungan sebenarnya antara sang kakek dengan rahasia Hugo?
Bukunya unik loh, selain menggunakan kata-kata, penulisnya juga berkisah melalui ilustrasi, guratan pensil yang indah. Salahsatu contohnya adalah gambar di atas :). Sayang tidak didukung konflik yang kompleks dan dalam. Sewaktu selesai membaca buku, ada pertanyaan yang spontan terlintas dalam benak saya, "Cuma segini aja nih?" Nangguung...

Sabtu, 07 Juli 2012

Berjuta Rasanya

Judul: Berjuta Rasanya
Pengarang: Tere Liye
Pnerbit: Mahaka Publishing
Tahun Terbit: 2012

..Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adlah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederhana apa pun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahamn-pemahaman yang baik.

"Buku galau yang mengobati galau," atau "Buku galau yang bikin ngga galau," klaim banyak orang yang sudah membaca buku ini sebelum saya. Tapi kenapa ya saya ga merasakan sensasi itu =____=a
 Well, buku ini memuat 15 (lima belas) cerita pendek yang semuanya bertemakan cinta. Tapi jangan takut bosan dulu. Tere Liye saya ketahui sebagai pengarang yang sangat kaya akan imajinasi dan kreativitas. Hampir setiap cerpen memiliki rasa yang unik, berbeda satu dengan yang lain. Berikut beberapa cerpen yang menarik perhatian saya:

1. Bila Semua Wanita Cantik
    Mengisahkan Vin, seorang gadis gendut yang rendah diri karena penampilan fisiknya. Disini penulis mengajak kita untuk berandai-andai standar kecantikan seorang wanita berubah yang asalnya langsing dan mulus menjadi gemuk dan jerawatan. Hmm...ga kebayang kalau tiba-tiba di pasaran yang booming adalah produk penumbuh jerawat. Jerawat kan kotor =_=a.
Terdapat quote yang bagus disini: "Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia akan juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk."

2. Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku
    Haha. lucu loh ceritanya. Saya rasa banyak orang juga yang pernah mengalami hal ini. Geer-geer sendiri. "Orang-orang yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakannya sendiri. Ia tak kuasa membedakan mana yang benar-benar nyata, mana yang hasil kreasinya yang sedang memendam rindu. Kejadian-kejadian kecil, cukup sudah untuk membuatnya senang. Merasa seolah-olah itu kabar baik. Padahal saat ia tahu kalau ituhanya bualan perasaannya, maka saat itulah hatinya akan hancur berkeping-keping. Patah hati! Menuduh seseorang itu mempermainkan dirinya. Lah, siapa mempermainkan siapa,coba?"

3. Harga Sebuah Pertemuan
   Sebelum buku ini terbit, di jejaring sosial, beberapa teman saya menanyakan hal yang sama. Tak disangka, kuis tersebut menjelma menjadi sebuah cerpen yang utuh. Kasusnya mengenai pembunuhan beruntun: 
"Mawar melihat seorang pria yang disukainya saat pemakaman ibunya... 2 minggu kemudian kakaknya meninggal... beberapa lama kemudian diketahuilah bahwa Mawar yang membunuh kakaknya... apa motif Mawar membunuh kakaknya?

kalo jawaban Anda salah bersyukurlah Anda bukan psikopat.."

Lalu, macam mana kisah yang dituliskan Tere Liye? Coba tebak ;)

4. Kupu-Kupu Monarch

Hem hem. Modelnya seperti dongeng zaman dulu. Tapi beneran deh, sedih :(. 

5. Antara Kau dan Aku
Simpel. Kisah ini menonjolkan kelucuan yang timbul saat dua orang yang berusaha dekat sama-sama salah tingkah. Bikin senyum-senyum sendiri, hehe.

Begitulah, membaca buku ini kaya makan permen nano-nano. Berjuta rasanya :)

P.S.: Dalam buku inilah, pertama kalinya saya menemukan Tere Liye menggunakan kosakata pacaran :O
   

Diary si Bocah Tengil

Penulis: Jeff Kinney
Penerbit: Atria
Tahun Terbit: 2009


Diary of a Wimpy Kid, judulnya. Well mungkin mestinya berjudul JOURNAL of a Wimpy Kid, seperti yang dikatakan oleh yang punya diar-ehm, jurnal, Greg Heffley. Cuma yah, karena mamanya ngga ngerti apa itu beda diary sama jurnal, dan membelikan buku bersampul 'diary', Greg tidak punya pilihan lain. Setiap hari, dia bawa buku ini kemana-mana dan membuat jurnal harian. Jurnal harian biasa mungkin memang ngga menarik. Tapi yang ini jadi asik dibaca karena selain si Greg suka nambahin ilustrasi lucu dalam jurnalnya, gaya penulisannya mencerminkan yang nulisnya: tengil, hehe. Full of sarcasm here, tapi kurang kerasa greget sarkasmenya (namanya juga anak kecil kali ya, atau gara2 saya baca terjemahan mungkin). So..it was ok lah..


Ohya, buku ini selain berseri, udah ada filmnya juga. Konon kabar-kabarnya, versi filmnya lebih lucu dibanding bukunya. Just enjoy both of them! :)

Sabtu, 23 Juni 2012

Blink!

Judul Buku: Blink * Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir
Penulis: Malcolm Gladwell
Penerbit: Gramedia
Tahun Terbit: November 2009 (Cetakan kesembilan)


Blink : it's all about snap judgement and thin slicing. Seringkali keputusan-keputusan besar yang kita buat dalam sepanjang usia kita, sebenarnya hanya ditentukan oleh dua detik pertama saat kita mengamati sesuatu. Blink! Dan pertimbangan-pertimbangan yang kita lakukan selanjutnya ditentukan oleh dua detik pertama tersebut. Dia yang menentukan arah keputusan mana yang kita ambil pada akhirnya.
Yang perlu diwaspadai adalah; dua detik pertama ini dapat membawa kita pada putusan yang tepat, atau bahkan menyesatkan kita. Seorang pakar benda mampu mengenali barang antik palsu dalam sekali lihat; di lain pihak, polisi bisa saja menembak mati seorang yang tak bersalah. Semuanya tergantung dari apa yang tertanam dalam pikiran alam bawah sadar kita. Seringkali dua detik pertama anda akan menyesatkan, dikarenakan faktor generalisasi seperti: orang berkulit hitam adalah penjahat, lelaki biasanya bekerja dan wanita di rumah, dan sebagainya. Blink yang murni, yang membawa kita pada penilaian yang benar, dapat diperoleh jika kita membiasakan diri untuk seobjektif mungkin dalam menilai setiap hal.



Well itu kira-kira yang bisa saya rangkum untuk teman-teman :)

Sabtu, 16 Juni 2012

Sebelas Patriot

Judul: Sebelas Patriot
Pengarang: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: Juni 2011 (cetakan pertama)

Betapa ajaib sepakbola. Olahraga ini seperti memiliki seribu wajah yang ditatap oleh seribu wajah pula. Di beberapa tempat dia bermetamorfosis menjadi semacam agama baru...
Semua hal ada dalam sepak bola. Trompet memekakkan, kembang api yang ditembakkan, dan api suar yang dilambai-lambaikan dari atas pagar pembatas oleh lelaki kurus tak berbaju itu adalah perayaan kegembiraan. Bendera raksasa yang berkibar-kibar adalah psikologi. Mars penyemangat yang gegap gempita adalah seni. Orang-orang yang duduk di podium kehormatan--di tempat paling nyaman menonton bola-- adalah politik, dan orang-orang berdasi yang sibuk dengan telepon genggamnya di belakang jajaran politisi itu adalah bisnis.
Lelaki kurus tadi, yang sehari-hari berdagang asong di gerbong kereta listrik Bogor-Jakarta, menabung lama demi membeli tiket menonton PSSI lalu berteriak mendukung PSSI sampai habis suaranya, hingga peluit panjang dibunyikan, adalah sebuah keikhlasan. Para pemain menunduk untuk berdoa adalah agama. Penjaga gawang memeluk tiang gawang sebelum bertanding adalah budaya. Ratusan moncong kamera yang membidik lapangan adalah sejarah. Ayah yang membawa anak-anaknya untuk menonton bola adalah cinta. Bocah-bocah murid SD Inpres di pinggiran Bekasi yang patungan untuk menyewa angkot, berdesak-desakkan di dalam mobil omprengan demi mendukung PSSI adalah patriotisme. Catatan skor pada papan elektronik raksasa yang ditatap dengan perasaan senang yang meluap-luap atau kecemasan yang tak terperikan adalah sastra yang tak ada bandingnya. 
Menjadi penggila bola bearti menjadi bagian dari keajaiban peradaban manusia. (Andrea Hirata, hal. 96-98)

***
Satu-dua kelumit paragraf inilah yang akan disampaikan oleh Andrea Hirata dalam buku ini. Masih berlatarkan masa kecil Ikal di Belitong, Andrea mengupas sisi kehidupan Ikal yang lain. Jadi, tak hanya melulu kisah Ikal dengan laskar pelanginya di SD Muhammadiyah, namun juga sisi lain yang melekat dalam hidupnya: sepakbola.
101 halaman yang dilalui untuk mengantarkan kita pada akhir cerita, rasanya cepat! Gaya penceritaannya yang khas: mengalir, diselipi humor, namun tak ketinggalan makna yang dalam. Empat bintang untuk buku ini :)

Rabu, 13 Juni 2012

The Espressologist

Judul Buku: The Espressologist
Temukan cinta dalam secangkir kopi favoritmu
Pengarang: Kristina Springer
Penerjemah: I Gusti Nyoman Ayu Sukerti
Penerbit: Qanita
Tahun terbit: Januari 2012

Hai, aku Jane Turner, seorang barista di Wired Joe's. Entah bagaimana asalnya, secara naluriah aku bisa menebak kepribadian seseorang melaluikopi pilihannya. Ehm, tunggu, bahkan aku dapat menebak kopi apa yang akan dipesan begitu melihat orangnya. Hebat ga sih? Awalnya aku hanya menyimpannya diam-diam dalam buku catatanku. Lalu aku iseng mencoba menjodohkan temanku melalui kopi favorit mereka. Gavin si iced vanilla latte dengan Simone si penyuka dry cappucino, dan ternyata sukses besar!! 

Sampai akhirnya catatanku ketahuan oleh Derek, manajerku yang menyebalkan itu, karierku sebagai Espressologist (ya, panggil aku begitu ;) ) pun dimulai. Kini, setiap Jum'at aku harus duduk manis melayani mereka yang ingin mencari cintanya. Ternyata urusan mudah! Bahkan tak jarang terjadi pasangan langsung jadi di tempat. Tak pelak lagi, toko kami populer! Aku sempat canggung saat melihat antrian mengular bahkan sebelum Wired Joe's dibuka. Semua orang di kota membicarakanku, mereka yang belum punya pasangan datang kepadaku, dan tiga host TV ternama, Gabby Gilrz, mewawancaraiku. Cool, isn't it?

Cuma satu hal yang kurnag: pasangan untukku sendiri. Well, aku sudah punya target ko. Meski kalau dilihat dari kopi favorit, kami tidak cocok-cocok amat, tapi..tetap saja dia harus menjadi milikku.
Dan Jum'at ini, di depan mata semua orang, dengan siaran langsung dengan Gabby Girlz, dia akan akan kujodohkan,denganku sendiri :)

***
Hem, the espressologist. Saya kira buku ini agak serius..maksudnya, pengarangnya benar-benar riset, dan setiap jenis kopi menggambarkan personality sesorang secara menyeluruh berdasar riset yang valid. Tapi ternyata, ini imajinasi penuh dari pengarangnya. Yah tapi, tetep asik ko bukunya buat dibaca :D

Jumat, 01 Juni 2012

Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Pengarang: Tere Liye
Penerbit: Republika
Tahun Terbit:Januari 2012 (Cetakan VIII)