Rabu, 24 Oktober 2012

A Very Yuppy Wedding


Judul: A Very Yuppy Wedding (AVYW)
Pengarang: Ika Natassa
Tahun Terbit: 2008
Penerbit: PT  Gramedia Pustaka Utama


The life of a business banker is 24/7, dan bagi Andrea, bankir muda yang tengah meniti tangga karier di salah satu bank terbesar di Indonesia, rasanya ada 8 hari dalam seminggu. Power lunch, designer suit, golf di Bintan, dinner dengan nasabah, kunjungan ke proyek debitur, sampai tumpukan analisis feasibility calon nasabah, she eats them all. Namun di usianya yang menginjak 29 tahun, Andrea mungkin harus mengubah prioritasnya, karena sekarang ada Adjie, the most eligible bachelor in banking yang akan segera menikahinya. So she should be smiling, right?
Not really. Tidak di saat ia harus memilih antara jabatan baru dan pernikahan, menghadapi wedding planner yang demanding, calon mertua yang prefeksionis, target bank yang mencekik, dan ancaman denda 500 juta jika ia melanggar kontrak kerjanya. Dan tidak ada Manolo Blahnik atau Zara atau Braun Buffel yang bisa memaksanya tersenyum di saat ia mulai mempertanyakan apakah semua pengorbanan karier yang telah ia berikan untuk Adjie tidak sia-sia, ketika ia menghadapi kenyataan bahwa tunangan sempurnanya mungkin berselingkuh dengan rekan kerjanya sendiri.
***

Ini adalah karya pertamanya Ika Natassa dan bukunya yang ketiga saya baca setelah Divortiare dan Twivortiare. Karya pertamanya ini bikin saya senyum-senyum kecil karena terasa...Ika masih malu-malu dalam menciptakan peran utama wanitanya. Penggunaan "aku" instead of "gue" yang Ika gunakan di buku-buku selanjutnya, terus karakternya yang masih terhitung "lebih alim" dibanding Alexandra (Divortiare, Twivortiare) dan Keara (Antologi Rasa) mencerminkan banget mbak Ika masih malu-malu hehehe :p. Kenapa saya membandingkan? Well karena kenyataannya hingga saat ini Ika selalu menciptakan karakter utama yang setipe dalam hal karir, gaya hidup, cara bergaul yang mungkin cerminan hidup mbak Ika juga Jadi sah-sah aja yaa saya bikin perbandingan ;)



Minggu, 07 Oktober 2012

Twivortiare

Judul: Twivortiare
Pengarang: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012

Lanjutannya dari Divortiare. And this is soo muuuch better than Divortiare, if I may say so.

-Flash back from divortiare
Jadi ceritanya, habis kejadian mamanya Alex kena serangan jantung dan Beno yang handle, took care of her mom, Alex sama Beno baikan lagi. Masih cerai, tapi udah ga perang lagi. Later, mereka pacaran lagi dan delapan bulan kemudian, they remarried. Beberapa bulan setelahnya, Alex bikin akun twitter dan dari sinilah kisah pernikahan Alex dan Beno yang kedua dimulai!! #jreng

-Tentang Twivortiare
Masih tentang Alex, masih tentang Beno. Masih tentang sepasang manusia yang hot-headed, kerjaannya berantem-baikan-berantem-baikan-dan seterusnya. Tapii tentu aja selain berantem, ada banyak bertaburan cinta disana-sini ;). Well, karena disini Alex dan Beno belajar to make their second marriage works, kita jadi dapet banyak hal juga untuk dipelajarin. Sweet and funny :). 

Ohya, kalo kamu baca kata pengantarnya, ngerti deh kenapa buku ini disajikan dalam bentuk kumpulan twit. Karena in this real life, akunnya @alexandrarheaw bener-bener ada dan still exist now. Cuma karena masuk jadi buku, twit yang terkadang pake bahasa sms dijadikan kalimat dengan kata-kata yang utuh. Jangan heran kalo ada banyak twit yang lebih  dari 140 karakter. 

Go grab it now, buat yang belum baca! ;)



Senin, 01 Oktober 2012

Sunset Bersama Rosie




Judul: Sunset bersama Rosie
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: Mahaka Publishing
Tahun Terbit: 2011

Selamat Pagi.
Aku tahu, saat membaca cerita ini, di tempat kalian mungkin sedang siang, sore, atau boleh jadi malah malam hari. Di tempatku ketika memulai cerita ini juga sebenarnya sedang senja, pukul 17:00. Matahari tengah beranjak tenggelam di kaki cakrawala, sayangnya tak nampak keindahannya karena terhalang gedung-gedung tinggi. Hanya semburat kemerahan yang berpadu dengan cokelatnya langit kota terlihat memantul dari kaca-kaca raksasa, lempengan logam, dan tiang beton pencakar langit.
Selamat Pagi.
Bagiku waktu selalu pagi. Di antara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh Di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan telah terlewati lagi; malam-malam yang panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, Dan helaan nafas tertahan.
Namaku Tegar Karang. Sukses berkarir di perusahaan sekuritas ternama, memiliki calon tunangan yang cantik, dan berdamai dengan masa laluku yang pahit: cinta pertamaku selama dua puluh tahun, Rosie, menikah dengan sahabat terbaikku, Nathan. Ya, aku telah berdamai, maka kenangan itu tidak lagi pahit rasanya. Kini aku dekat dengan mereka, menjadi Om terhebat, terkeren, tersuper bagi keempat kuntum bunga mereka: Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili.
Setiap tahunpun, aku diajak mereka turut merayakan ulang tahun perkawinan mereka. Seperti kini. Sehari sebelum hari pertunangan aku dan Sekar. Sungguh kehidupan yang sempurna, bukan?
Ya, sebelum bom itu meledak, meluluh-lantakkan semua, memutar balikkan semuanya...


***

Kali pertama saya melihat buku ini, mengundang kegalauan karena saya harus memilih antara buku ini dengan Rembulan Tenggelam Di Wajahmu. Setelah mematung hampir tiga puluh menit menimbang-nimbang, akhirnya saya putuskan untuk membeli RTDW. Yah, ternyata saya tidak terlalu puas karena 'terlalu jauh'. Rasa tidak puas ini yang kemudian terobati setelah membaca buku ini. 
Sunset bersama Rosie. Mengajarkan kita akan penerimaan, tentang keikhlasan akan hilangnya kesempatan. Khasnya Tere Liye, kita juga akan menemukan rangkaian kata-kata bermakna dalam buku ini.Tapiii, kalau tidak dicermati secara cerdas, mungkin juga akan menyebabkan timbulnya harapan palsu akan pengorbanan yang berlebihan :p 
Seperti tokoh Tegar. Ia yang melakukan pengorbanan yang sungguh besar untuk Rosie dan anak-anaknya, pada akhirnya ia mendapatkan cinta Rosie. Di sisi lain, pengorbanan Sekar tidak kalah bukan? Tapi kenapaa dia nasibnya malang sekali. Sedang Rosie? Tere Liye kurang melukiskan powernya Rosie hingga Rosie gagal mendapatkan simpati saya sebagai pembaca. Saya gemes sama Rosie. Dia seperti tidak punya pendirian antara Nathan dengan Tegar. Masa dua-duanya dia cintai dalam waktu bersamaan (terlihat dari keputusannya untuk menunda pernikahan selama enam bulan setelah tahu Tegar mencintainya. Juga ia begitu terpengaruh secara psikis saat Tegar tak sengaja menyatakan perasaan di masa lalunya saat Rosie depresi):(
Di sisi lain, anak-anak Rosie justru terlihat lebih dewasa daripada ibunya sendiri. Anak-anak 'tua', begitu sebuatan beberapa teman. Sakura yang begitu tegar menerima kenyataan bahwa salahsatu jarinya tidak dapat digerakkan, Lili si bungsu tiga tahun tapi mampu merengek dengan kata-kata yang 'wah' di penghujung cerita. Beberapa sisi yang unbalanced ini sangat disayangkan :( 
Yah tapi tetap saja sebuah kisah yang indah. Karya Tere Liye selalu sarat dengan pemahaman terhadap hidup, itu yang menjadikan karyanya bernilai. Empat bintang untuk feeling yang saya rasakan sewaktu membaca buku ini.

Minggu, 30 September 2012

Jingga dalam Elegi

Judul: Jingga dalam Elegi
Pengarang: Esti Kinasih
Penerbit: Gramedia (GPU)
Tahun Terbit: 2011

Rangkuman dari Buku #1, Jingga dan Senja:
Tari diperebutkan oleh dua pentolan sekolah yang menjadi musuh bebuyutan. Ari yang terobsesi dengan Tari karena kemiripan nama Tari dengan saudara kembarnya, Ata: Jingga Matahari dan Matahari Jingga. Angga tak kalah semangat meraih hati Tari dengan motif membalas dendam pada Ari. Keduanya sama-sama tak mau mengalah, hingga akhirnya Angga terpaksa perlahan mundur karena Ari menggunakan sepupu Angga sebagai sandera. 
Tari pun kehilangan tempat bersandar. Di tengah kesedihannya karena tak ada lagi yang melindunginya dari Ari, tiba-tiba saja Ata muncul dan menjadi penengah antara Ari dan Tari. Tari perlahan mulai dapat melupakan Angga dengan hadirnya Ata. Di lain pihak, Ari tidak menyukai situasi yang baru ini. Maka perebutan Tari kembali terjadi^^.

***
Sejak peristiwa pagi hari saat melihat mata Tari bengkak, Ari jadi penasaran. Benarkah itu hanya karena Ari menghapus nomor HP Ata dari HP Tari, ataukah karena Angga? Kalau memang karena Angga yang notabene musuh bebuyutan Ari, Ari ingin tahu apa yang telah dilakukan cowok itu terhadap Tari.

Setelah menemukan a shoulder to cry on pengganti Angga dalam diri Ata, perlahan-lahan Tari mulai melupakan Angga. Sikap Ata yang bertolak belakang dengan Ari membuat Tari nyaman bersama Ata. Ia pun curhat habis-habisan kepada Ata yang lembut, penuh perhatian, baik hati, dan yang baru belakangan Tari sadari berhasil membuat jantungnya berdebar tak keruan. Gangguan dan intimidasi Ari sampai tidak diacuhkannya. Inilah yang membuat Ari makin salah tingkah-kini saingannya bukanlah Angga, melainkan saudara kembarnya sendiri.

Namun, saat Tari merasa telah menemukan pelabuhan hatinya, satu rahasia besar perlahan-lahan terkuak.

Tari merasa... lambat laun Ata semakin mirip Ari....

***
Lanjutan dari Jingga dan Senja ini...tidak terasa berbeda. Ga tambah seru tapi juga engga lebih boring. Disini, berbagai rahasia Ari mulai terkuak, termasuk bahwa Ata yang selama ini hadir dalam hidup Tari adalah Ari sendiri. Tari sempat shock banget sampai Ari kebingungan harus ngapain. Tapi di akhir cerita...jeng jeng jeng...ada kejutan lain menanti untuk dilanjutkan di Jingga untuk Matahari :). Sayang banget disini, misteri kenapa Angga dendam sama Ari belum terkuak, padahal itu adalah masalah yang pertamaa banget diangkat oleh Mbak Esti. Terlebih lagi JUM lama banget keluarnya. Takutnya udah pada lupa lagi, hehe

Jumat, 28 September 2012

Jingga dan Senja

Judul: Jingga dan Senja
Pengarang: Esti Kinasih
Penerbit: Gramedia (GPU)
Tahun terbit: 2010

***
Tari dan Ari, dua remaja yang dipertemukan oleh takdir. Selain bernama mirip, mereka juga sama-sama lahir sewaktu matahari terbenam.
Namun, takdir mempertemukan mereka dalam suasana “perang”. Ari yang biang kerok sekolah baru kali ini bertemu cewek, adik kelas pula, yang berani melawannya. Kemarahan Ari timbul ketika tahu Tari diincar oleh Angga, pentolan SMA musuh.
Angga, musuh bebuyutan sekolah Ari sekaligus musuh pribadi Ari, langsung berusaha mendekati Tari begitu cewek itu tak sengaja terjebak dalam tawuran dan Ari berusaha keras menyelamatkannya. Demi dendam masa lalu, Angga bertekad harus bisa merebut cewek itu. Memanfaatkan peluang yang ada, Angga kemudian maju sebagai pelindung Tari.
Ari yang selama ini dikenal tidak peduli terhadap cewek tiba-tiba saja berusaha mendapatkan Tari dengan segala cara. Namun, predikat buruk Ari jelas membuat Tari tidak ingin berurusan dengan cowok itu. Semakin Ari berusaha mendekatinya, semakin mati-matian Tari menjauhkan diri…. 
***
Hmmm karya Esti Kinasih lagi, setelah sekian lama saya baca Fairish. Masih khas anak sekolah Jakarta. latar sekolahnya masi sama.Ada bullying ada tawuran ada geng ada raja ama ratu sekolah.

hmm,,menariknya dari buku ini,dari awal emang keliatan cerita ini diplot cukup panjang.prolog sebelum masalahnya muncul cukup panjang.terus misteri demi misteri muncul secara bertahap (tapi yang bikin saya gemes,masalah antara ari-angga yang muncul paling pertama malah g dibahas-bahas,malah sampe buku kedua berakhir). Terus..bagian paling asyik buat saya justru bagian awal, dimana Tari ke-gap antara tawuran dua sekolah, lalu Angga dan Ari sama-sama berusaha menyelamatkan dia--karena dia cewek. So sweet :). Beda lah ya sama kenyataan, tawuran sampe gelap mata. Yang ngga bersalah sampe meninggal sia-sia :'(.

Rabu, 26 September 2012

Veronika Memutuskan Mati

Judul: Veronika Memutuskan Mati (Veronika Decides to Die)
Pengarang: Paulo Coelho
Penerbit: KPG (Gramedia)
Tahun Terbit: November 2009 (Cetakan keenam)


Di dunia ini, bukan tidak mungkin orang 'mati' sebelum mati. Veronika salahsatunya. Orangtua yang sayang padanya, fisik yang cantik, kekasih yang tampan, dan kecukupan materi tak mampu mengisi sebuah ruang hampa di hatinya. Dengan hidupnya yang begitu-begitu saja, untuk apa ia hidup?
Hingga akhirnya suatu saat ia memutuskan melakukan sebuah revolusi dalam hidupnya: mati. Ia menyurati Homme, bahwa ia adalah perempuan asal Slovenia yang akan bunuh diri. Ia harap dengan begitu setidaknya dunia akan tahu bahwa ada sebuah negara bernama Slovenia. Setidaknya kematiannya memberikan satu arti pada dunia dan ia tidak mati sia-sia.
Ia meminum pil tidur dengan dosis berlebih yang didapatkannya dengan susah payah. Tapi konyolnya, ia tidak langsung mati. Dokter di rumah sakit jiwa Vilette tempat Veronika dilarikan berkata bahwa Veronika memiliki waktu lima hari lagi sebelum pil tidur sempurna membuat jantungnya hancur. Detik demi detik terakhir yang dimilikinya ini justru memicu kembali semangat hidup Veronika. Bagaimana ia menjalani saat-saat terakhirnya?

Di buku ini Coelho tidak hanya melulu mengisahkan Veronika. Ada beberapa tokoh lain yang ditampilkan seperti Mari sang mantan pengacara hebat, Zedka yang terobsesi pada masa lalu, dan si tampan schizophrenic Eduard. 


Melalui buku ini, Paulo Coelho mengajukan sebuah pertanyaan: Apakah sesuatu dianggap normal selalu karena diikuti oleh mayoritas? Mengajak kita kembali merenungkan semua hal yang selama ini disebut gila dan masyarakat. Well, itu kata cover belakang buku :p



Yang saya tangkap lagi dari buku ini.. 

1. Setiap orang, bagaimanapun apatisnya dia terhadap sekitar, sudah fitrahnya bahwa ia ingin menjadi berarti dalam hidupnya. 
2. Takdir, siapa yang tahu. Bersyukurlah kita masih memiliki kemampuan untuk mengendalikan (kewarasan) diri sendiri^^. 


Dua bintang untuk buku ini, karena well...saya rasa ini bukan yang terbaik dari Paulo Coelho sendiri. Terus terjemahannya agak membingungkan. Terlebih lagi saya membacanya ngga terlalu konsen. Jadi yaa begitulah~

Senin, 03 September 2012

Lima Sekawan Dalam Lorong Pencoleng

Judul: Lima Sekawan dalam Lorong Pencoleng
 Pengarang: Enyd Blyton 
Penerbit: Gramedia 
Tahun terbit: 2012 (cetakan kelima belas)

Seperti biasa, lima Sekawan yang terdiri dari Julian, Dick, George, Anne, dan anjing mereka Timmy berencana menghabiskan waktu liburan mereka di tempat yang baru. Bibi Fanny, ibu George merekomendasikan Cornwall, tepatnya Tremannon Farm, untuk tempat mereka berlibur. Disana ada kenalan teman Ayah George yang akan memanjakan mereka dengan makanan yang enak-enak! Disana juga cocok untuk anak-anak yang suka berpetualang seperti lima Sekawan. Menurut petugas stasiun, tempatnya sunyi dan liar! Hmm, dengan pulau yang sunyi, sepi penduduk, sejarah dan jejak-jejak pencoleng yang tertinggal, Pak Penruthlan yang mencurigakan, Clopper jenaka yang dijaga layaknya harta karun, serta Bos The Barneys yang senang menyendiri, petualangan seperti apa yang menanti mereka?

*** 
Setelah sekian lama pun, ternyata saya selalu jatuh hati pada Lima Sekawan. Enyd Blyton masih mampu membuat saya tegang mengikuti petualangan mereka, dulu maupun kini. Enyd Blyton jenius! :)