Rabu, 25 Januari 2012

Cinta, Sebuah Rumah untuk Hatimu


Judul: Cinta, Sebuah Rumah untuk Hatimu
Penulis: Ollie
Penerbit: GagasMedia
Tahun terbit: 2010



When you’re an urban wife…
“Oh, my God… kita harus shopping!”
Would you give up your city life to support your husband’s career?
“Pindah ke Kupang tidak ada dalam rencanaku, honey….”
“But this will be exciting. New Experiences… new life… new people….
Would you listen to your bestfriend?
“Friya, DearI think this is going to be the wisest thing I’ve ever said… Trust. Your. Heart. Listen to your heart. And you’ll be just fine….”
And when you finally decide… you might regret your decision… you’d want to start your new adventure… and upsetting your husband.
I’m tired, Friya. Kamu sebenarnya sudah siap apa belum menjadi istriku?”
And at this very moment… you just want to go home.

(http://www.salsabeela.com/2010/09/16/cinta-sebuah-rumah-untuk-hatimu/)

Ke mana kau pulang malam ini?ke hatikukah? -@ndorokakung


***
Pepatah bilang, don't judge a book by its cover.
Tapi waktu liat buku ini, sulit rasanya buat ngga tertarik sama buku ini. Covernya baguus, minta diuyek-uyek bukunya, hahaha. Seriously i fell in love with this book by its look. 

Terus saya buka-buka buku ini sekilas. Isinya ternyata, a marriage story. Hem. Saya lompat ke bagian lain. Tentang suami yang pindah tugas ke Kupang karena mutasi dan main character, Friya dilema memilih karir atau diem di rumah. Terus mereka berantem gara-gara proses adaptasi di tempat baru. Hem hem. Mutasi, karier beda daerah, adaptasi ke tempat baru yang jomplang banget situasinya. Latarnya ko sounds familiar yaa. Jadilah saya memutuskan buat beli buku ini.

Waktu dibaca, saya ngga nyesel ko udah beli ini. Gaya cerita penulisnya manis, enjoy aja bacanya. Meski ada yang bilang terlalu datar dan ngga nggereget, well toh saya ngga ngarepin drama di novel ini. Mungkin karena ada beberapa kesamaan saya sama Friya: ga mau diem di rumah; rujit sama gosip ibu-ibu; ga mau diakui sebagai sekedar miliknya seseorang, namun juga sebagai pribadi; dan logis; saya juga sekalian riset plus ngebayangin gimana rasanya berada dalam kondisi yang sama. Anyway, simple but sweet, persis covernya. Nice story :)

0 komentar:

Poskan Komentar