Minggu, 22 Januari 2012

Refrain



Judul: Refrain, Saat Cinta Selalu Pulang
Pengarang: Winna Efendi
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2010 (Cetakan Keempat)
 
Ini kisah antara Niki dan Nata
"Di antara kita berdua, siapa ya kira-kira yang bakal jatuh cinta duluan? Kamu atau aku?" celetuk Niki.
Nata secara otomatis menjawab pertanyaan itu. "Kamu."
***
Beberapa tahun berselang
"Can you believe it? Aku dan Oliver. Rasanya ngga nyangka, sesuatu yang dari dulu kuimpikan sekarang jadi kenyataan. Ternyata Prince Charming memang bener-bener ada. Love at first sight betul-betul ada.
Kamu bener Nat. Dan ternyata jatuh cinta itu bener-bener menyenangkan. Kamu akan ngerti maksudku kalau kamu mengalaminya nanti."
Lo salah, Nik. Yang duluan jatuh cinta di antara kita ternyata bukan lo, tapi gue.
Nata pun menelan kembali ungkapan sayang yang belum diucapkannya.

***
Bulan emas tinggal separuh
Bintang-bintang sangat pemalu
Kau terduduk di sampingku
Aku lantas mencintai bayangmu
Kau menoleh untuk tersenyum
Hatiku beserakan...lebur dan lepuh
***
 
"Nat, apa cuma Niki yang bisa bikin kamu tersenyum? Apakah nggak ada orang lain lagi yang mampu menggantikan posisinya di hati kamu?"
Ini kisah Niki dan Nata. Ehm, juga Anna.
***
"Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya."
Seperti kata penulisnya, ini memang sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Ini memang sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki namun tanpa sadar saling melukai.
***
"Semua orang selalu bilang, cewek dan cowok nggak pernah bisa jadi sekadar sahabat. Pada akhirnya, itu bener kan, Nat?"
Nata tersenyum pahit. "Yang gue tau, persahabatan itu nggak memilih. Persahabatan bukan didasari oleh gender, usia, motif, atau apapun itu. Persahabatan yang tulus gak harus punya alasan."
Ini sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit persahabatan itu sendiri.
***
Saya tertarik baca buku ini karena banyak yang bilang buku ini bagus. Kisahnya memang umum, tapi tetep aja, enjoy bacanya. Dibanding karya pertamanya Winna, Ai, novel ini lebih bagus dan mateng. Somehow saya ngerasa mereka bertiga terlalu dewasa untuk ukuran anak SMA. Tapi yah, justru kedewasaan ketiga sahabat ini dan banyaknya pengertian di antara mereka-lah yang bikin buku ini menarik.
Termasuk quick-reading, satu setengah jam udah selesei bacanya. Empat bintang untuk buku ini :).

0 komentar:

Poskan Komentar